Menteri Keamanan Israel Serukan Pembunuhan Warga Gaza Setiap Malam
Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, menyerukan pembunuhan 30-40 warga Gaza setiap malam dengan serangan terarah. Pernyataan ini disampaikan dalam wawancara podcast pada Sabtu (15/8), yang dilaporkan Detikcom.
Ben-Gvir mengkritik Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, karena mengurangi intensitas serangan di Jalur Gaza sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Ia menyatakan perlu serangan lebih agresif dan luas.
"Menurut saya, kita perlu melancarkan serangan-serangan terarah di Gaza setiap malam, melenyapkan 30 atau 40 orang — bukan hanya mereka yang membahayakan kita pada saat itu," ujar Ben-Gvir.
Ben-Gvir menolak pembatasan serangan hanya pada pihak yang dianggap ancaman langsung. Ia bahkan menyebut beberapa warga Gaza "tidak layak hidup" dan "bukan manusia."
"Ada orang-orang di sana yang tidak layak hidup. Mereka tidak seharusnya hidup. Mereka bahkan bukan manusia," kata Ben-Gvir, pemimpin Partai Jewish Power yang beraliran sayap kanan jauh.
Dalam wawancara yang sama, Ben-Gvir juga menganggap warga Palestina yang tidak terlibat konflik pun tidak dikecualikan dari serangan. Ia menyebut seorang wanita Gaza yang memberi makanan pada sandera Israel sebagai "teroris dalam segala hal" dan "pantas ditembak di kepala."
Braslavski, yang mewawancarai Ben-Gvir, adalah tentara Israel yang disandera Hamas sejak 7 Oktober 2023 dan dibebaskan Oktober 2025 melalui pertukaran tahanan.
Ben-Gvir menyatakan bangga ditakuti di Gaza dan menganggap seluruh Gaza sebagai milik Israel. Ia menyerukan pembangunan permukiman Israel di seluruh Gaza dan mendorong emigrasi warga Palestina dari wilayah tersebut.
"Saya menganggap seluruh Gaza sebagai milik kita," ujar Ben-Gvir.
"Pembangunan permukiman bukan hanya di Gush Katif, tetapi di seluruh Gaza, mendorong emigrasi sebanyak mungkin, mengirimkan mereka ke negara-negara mereka, dan untuk para teroris, tidak ada emigrasi, tidak ada apa pun, hanya bunuh mereka satu per satu," tegasnya.