Menteri Dalam Negeri Uni Eropa Sepakati Penguatan Keamanan Perbatasan Eksternal

Share

Para menteri dalam negeri Uni Eropa menggelar konferensi video pada Selasa (04/08) dan mencapai kesepakatan untuk memperkuat keamanan perbatasan eksternal Uni Eropa, serta memberikan bantuan darurat kepada Spanyol menyusul insiden di Ceuta, sebuah wilayah eksklave Spanyol di Afrika, yang menjadi sorotan. Kesepakatan ini mencakup upaya berkelanjutan memerangi jaringan penyelundupan migran, peningkatan pemulangan, penguatan perbatasan, kemitraan dengan negara ketiga, dan perbaikan langkah antisipasi, sebagaimana diumumkan dalam pernyataan resmi para menteri, dilansir dari Detikcom. Insiden di Ceuta terjadi ketika sekitar 60.000 orang menyerbu gerbang perbatasan wilayah Schengen tersebut. Ratusan anak di bawah umur termasuk di antara mereka yang menerobos masuk, memicu kritik dari beberapa negara anggota Uni Eropa terhadap pemerintah Spanyol.

Namun, pejabat dan lembaga penegak hukum Uni Eropa menyatakan bahwa kegagalan pengawasan perbatasan dipicu oleh misinformasi yang diberikan kepada para pencari suaka, serta indikasi keterlibatan sindikat perdagangan manusia yang menyesatkan calon migran.

Menteri Dalam Negeri Spanyol, Fernando Grande-Marlaska, menegaskan bahwa krisis ini tidak mengganggu kawasan Schengen secara keseluruhan. "Sangat jelas bahwa kawasan Schengen sama sekali tidak terganggu oleh krisis ini," ujar Fernando Grande-Marlaska setelah berdiskusi dengan mitra Uni Eropa lainnya.

Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nunez, menguatkan pernyataan tersebut dengan mengatakan bahwa kawasan Schengen bukanlah masalah utama dalam insiden ini. Komisioner Uni Eropa untuk Urusan Dalam Negeri dan Migrasi, Magnus Brunner, menyatakan terdapat solidaritas penuh terhadap Spanyol selama pertemuan tersebut.

"Peningkatan keamanan perbatasan yang difasilitasi oleh Frontex telah diterapkan di Ceuta dan siap untuk berbuat lebih banyak," ujar Magnus Brunner. Ia menambahkan bahwa pertemuan tersebut merupakan kesempatan bermanfaat untuk memastikan tidak ada orang yang menyeberang dari Ceuta ke daratan utama Spanyol. "Beberapa hari terakhir merupakan ujian bagi ketahanan Eropa, sebuah ujian terhadap keamanan perbatasan eksternal kita," kata Brunner. "Menurut saya, Eropa jelas telah berhasil melewati ujian ini."

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: keamanan migrasi Uni Eropa
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author