Mensesneg Tanggapi Pengibaran Bendera Wajah Prabowo Saat HUT RI

Share

Menteri Sekretariat Negara Prasetyo Hadi memberikan penjelasan terkait aksi pengibaran bendera bergambar wajah Presiden Prabowo Subianto pada perayaan HUT ke-81 RI di Jakarta, Selasa (18/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom. Prasetyo menilai aksi pengibaran foto Presiden Prabowo oleh para penerjun payung tersebut lahir dari wujud apresiasi dan kebanggaan warga terhadap pemimpin negara. "Itu kan bentuk kebanggaan saudara-saudara kita gitu ya," kata Pras usai rapat koordinasi bersama pimpinan DPR di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Selain membahas pengibaran bendera, Prasetyo menggarisbawahi capaian pemerintah dalam memperkuat alat utama sistem persenjataan (alutsista) nasional yang digagas sejak masa kepemimpinan Prabowo sebagai Menteri Pertahanan.

"Kami juga menyampaikan ucapan terima kasih juga ya karena kan di masa Pak Prabowo inilah meskipun juga sudah dirintis sejak zaman beliau menjadi Menhan kita benar-benar memperkuat alutsista kita," ungkapnya. Sebagai bentuk bukti nyata penguatan pertahanan nasional, beberapa unit pesawat tempur Rafale telah tiba dan langsung dilibatkan dalam manuver atraksi udara saat peringatan hari kemerdekaan.

"Kemarin-kemarin kan saudara lihat kita di dalam demo udara itu beberapa pesawat Rafale sudah mulai datang dan tidak sekedar Rafale itu, menerbangkan pesawat tempur Rafale dan itu empat-empatnya adalah putra-putra terbaik bangsa Indonesia. Itu lho yang menurut saya, menurut kami itu jauh lebih penting karena itu bukan sesuatu yang mudah," ujarnya. Tak hanya pesawat tempur, Prasetyo turut menyoroti operasional pesawat angkut A400 yang dinilai sangat efektif mendukung misi kemanusiaan dan distribusi bantuan logistik di wilayah rawan bencana alam.

"Termasuk A400 yang kemudian dalam situasi kita, negara kita yang ring of fire ini yang sering terjadi bencana yang tidak kita duga itu juga terbukti manfaatnya gitu. Dalam waktu yang singkat kita bisa mengirimkan logistik gitu yang sudah kita pakai mulai dari bencana di Sumatera maupun kemarin di NTT," tuturnya. Sebelumnya pada Senin (17/8), sebanyak 17 penerjun dari Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI melaksanakan aksi terjun payung bertajuk 'Victory Jump' dari pesawat CN295 milik Skuadron Udara Lanud Halim Perdana Kusuma yang dikomandoi Letkol Ari Purba Kusuma. Dalam aksi udara tersebut, tim prajurit membentangkan Bendera Merah Putih, bendera bertuliskan '81 Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur', serta bendera bertuliskan foto Presiden Prabowo Subianto di langit Jakarta.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author