Mensesneg Pastikan Anggaran Riset Aman dan Ditambah Rp 4 Triliun

Share

Pemerintah memastikan anggaran untuk sektor riset tetap aman dan menjadi prioritas utama di tengah upaya penghematan atau efisiensi yang sedang digencarkan saat ini. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Republik Indonesia, Prasetyo Hadi, mengungkapkan komitmen tersebut dengan adanya peningkatan dana riset yang dialokasikan oleh pemerintah. Dikutip dari Detikcom, alokasi dana penelitian pada tahun 2026 ini mengalami kenaikan sebesar Rp 4 triliun, dari yang semula berjumlah Rp 8 triliun kini menjadi sekitar Rp 12 triliun.

"Justru sebagaimana yang di pertemuan sebelumnya juga sudah disampaikan kan, justru malah ditambah anggaran untuk riset," katanya dalam acara Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Sabtu (27/6/2026).

Prasetyo Hadi juga memberikan kepastian bahwa nominal anggaran riset untuk tahun mendatang tidak akan lebih kecil dari jumlah yang disediakan pada tahun ini. Kendati demikian, ia mengimbau agar publik dan pihak terkait lebih dahulu fokus terhadap pemanfaatan anggaran yang telah dikucurkan untuk periode tahun sekarang.

"Untuk tahun sekarang kita selesaikan dulu lah itu. Kalau alokasi untuk tahun depan ya pasti tidak kurang dari yang dialokasikan tahun ini," tuturnya. Lebih lanjut, ia menyebutkan peluang adanya kenaikan anggaran tersebut tetap terbuka karena penyesuaian yang terjadi pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) setiap tahun.

"Biasanya setiap tahun kan terjadi kenaikan dari APBN kita. Jadi secara proporsional biasanya terjadi kenaikan," katanya. Mensesneg menambahkan bahwa angka penambahan dana riset pada tahun ini bersifat fleksibel dan dapat terus disesuaikan dengan kebutuhan yang muncul di lapangan. "Kemarin kita alokasikan Rp 4 triliun tambahan, tetapi sekali lagi itu bukan angka apa namanya, angka pasti atau angka mati, karena sekali lagi ini kalau kita pendekatannya berdampak yang kemudian misalnya memerlukan tambahan biaya ya tidak ada masalah juga," kata Mensesneg.

Dalam pelaksanaannya, seluruh penganggaran dana riset tersebut kini disatukan di bawah koordinasi bersama untuk beberapa lembaga sekaligus.

Kebijakan satu pintu ini menyasar Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), serta Bappenas. "Untuk sekarang semua penelitian ini kita satukan ya, kita orchestrate dengan maksud supaya terarah dan memang kita mau fokus melakukan penelitian untuk hal-hal yang memang langsung berdampak," tuturnya. Langkah penggabungan ini diambil demi mengejar efektivitas, mengingat evaluasi riset pada tahun-tahun sebelumnya menunjukkan banyak hasil penelitian yang tidak selesai atau sulit diterapkan.

"Bisa menyelesaikan problem-problem yang dihadapi oleh masyarakat gitu. Selama ini kan mohon maaf banyak sekali penelitian, tapi seringnya tidak sampai di ujung, jadi tidak aplikatif gitu," bebernya.

Pada akhir pernyataannya, Prasetyo Hadi kembali menegaskan stabilitas dana riset nasional seraya memotivasi para peneliti di tanah air untuk memaksimalkan dana tersebut. "Nah kita tidak menghendaki itu, sekarang semua kita satukan, ini justru kita perbesar kalau bicara masalah anggaran penelitian," katanya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author