Menko AHY Ajak Diaspora Indonesia di Rusia Dukung Pembangunan Nasional
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengajak diaspora Indonesia di Federasi Rusia untuk mengambil peran lebih aktif. Diaspora diharapkan mendukung pembangunan nasional melalui kontribusi pengetahuan, jejaring profesional, investasi, perdagangan, hingga pengembangan teknologi dan inovasi, seperti dilansir dari Detikcom.
"Setiap diplomasi internasional membutuhkan koordinasi yang tidak sederhana. Kami sungguh menghargai dedikasi KBRI Moskow dalam menjaga dan memperkuat hubungan baik Indonesia dan Federasi Rusia," ujar AHY dalam keterangan tertulis Rabu (3/6/2026).
Ajakan tersebut disampaikan Menko AHY saat bertemu Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia, Jose A.M. Tavares, jajaran KBRI Moskow, serta perwakilan diaspora Indonesia di Rusia pada Minggu (31/5/2026) waktu setempat.
Pertemuan ini merupakan bagian dari rangkaian Konsultasi Bilateral II Indonesia-Rusia atas undangan Ketua Dewan Maritim Rusia, Nikolai P. Patrushev. Agenda tersebut menindaklanjuti Konsultasi Bilateral I pada November 2025 yang menghasilkan penandatanganan Memorandum Saling Pengertian (MSP) di bidang infrastruktur dan konektivitas maritim.
Kegiatan ini juga menjadi kelanjutan dari Deklarasi Kemitraan Strategis yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin di St. Petersburg pada 19 Juni 2025. Deklarasi tersebut mencakup 18 sektor kerja sama strategis, mulai dari maritim, transportasi, infrastruktur, energi, hingga penanggulangan bencana.
Dalam kesempatan tersebut, Menko AHY menyampaikan apresiasi kepada KBRI Moskow yang dinilai berperan penting dalam memperkuat hubungan bilateral kedua negara.
Di hadapan para diaspora, Menko AHY juga memaparkan sejumlah program prioritas nasional yang sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.
Program tersebut meliputi pembangunan Giant Sea Wall Pantai Utara Jawa, percepatan rehabilitasi pascabencana, Gerakan Indonesia ASRI untuk penataan kawasan kumuh dan permukiman nelayan, serta Program Pembangunan 3 Juta Rumah.
Selain itu, dipaparkan pula pengembangan jaringan perkeretaapian dan transportasi massal berbasis Transit Oriented Development (TOD), penerapan kebijakan Zero Over Dimension Over Load (Zero ODOL), penguatan ketahanan air, hingga pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Menurut Menko AHY, pembangunan infrastruktur tidak hanya bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mendukung swasembada pangan, energi, dan air, memperkuat konektivitas nasional, pemerataan pembangunan wilayah, serta menjaga keberlanjutan lingkungan.
Dalam konteks tersebut, Menko AHY menilai diaspora Indonesia di Rusia memiliki posisi yang sangat strategis untuk ikut berkontribusi terhadap pembangunan nasional.
"Diaspora Indonesia bukan hanya representasi bangsa di luar negeri, melainkan juga mitra strategis pembangunan nasional. Kami melihat banyak peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan, mulai dari transfer pengetahuan, pengembangan jejaring bisnis, promosi investasi, hingga penguatan diplomasi teknologi dan inovasi," kata Menko AHY.
Ia menambahkan bahwa diaspora dapat menjadi jembatan untuk membuka berbagai peluang kerja sama di bidang perdagangan, pendidikan, riset, energi, kemaritiman, logistik, hingga infrastruktur.
Menko AHY menjelaskan bahwa pemerintah saat ini terus mendorong peningkatan ekspor berbagai produk unggulan Indonesia ke pasar Rusia, seperti hasil perikanan, kopi, rempah-rempah, dan produk maritim. Karena itu, diaspora diharapkan dapat membantu memperluas jaringan distribusi dan akses pasar bagi produk Indonesia.
"Kami berharap diaspora dapat menjadi bagian dari solusi untuk memperluas jejaring perdagangan Indonesia di Rusia, sekaligus membuka peluang kerja sama ekonomi yang lebih luas antara kedua negara," ujarnya.
Selain itu, Menko AHY mendorong pemetaan dan konsolidasi diaspora Indonesia di Rusia secara lebih terstruktur berdasarkan bidang keahlian dan potensi kontribusinya.
"Pertemuan ini bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan juga wujud ikatan yang kuat antara tanah air dan putra-putri bangsa yang tengah berkarya di luar negeri. Mari terus menjaga koneksi, memperkuat kolaborasi, dan bersama-sama berkontribusi untuk Indonesia yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing global," tutur Menko AHY.