Mengenang Operasi Valkyrie dan Kegagalan Eksekusi Hitler di Wolfsschanze
Upaya pembunuhan terhadap pemimpin Nazi Adolf Hitler pernah meluncur dalam aksi dramatis bertajuk Operasi Valkyrie tepat 82 tahun lalu. Tepat pada hari ini, peristiwa bersejarah tersebut mencatat keberanian jajaran perwira Jerman dalam menghentikan rezim totalitarian.
Aksi nekat tersebut dipimpin oleh Kolonel Claus von Stauffenberg yang menyusupkan bom ke dalam markas militer rahasia Hitler, Wolfsschanze, yang berlokasi di Polandia. Seperti dilansir dari Detikcom, ledakan keras sempat membumbung tinggi di area pertemuan.
Sayangnya, Hitler selamat dari maut karena perpindahan lokasi rapat secara mendadak. Pertemuan yang mulanya dijadwalkan di dalam ruang beton tertutup dipindahkan ke area ruangan kayu terbuka, sehingga daya hancur ledakan bom berkurang drastis.
Kegagalan rencana pembunuhan tersebut berujung maut bagi para pelakunya. Von Stauffenberg bersama tiga rekannya yang terbukti terlibat langsung ditangkap dan dieksekusi secara sewenang-wenang di halaman kompleks Bendlerblock, kawasan Tiergarten, Berlin.
Area bekas markas Komando Tinggi Angkatan Darat tersebut kini bertransformasi menjadi salah satu situs bersejarah. Setiap tahun, karangan bunga diletakkan di sana untuk memberi penghormatan kepada para pejuang yang gugur menumbangkan rezim Nasionalis Sosialis.
Penghormatan terhadap gerakan perlawanan anti-Nazi juga berpusat di Plötzensee Memorial Center. Antara tahun 1933 hingga 1945, pemerintah Nazi mengalihfungsikan kompleks tersebut sebagai penjara sekaligus lokasi eksekusi mati.
Pemerintah Jerman mencatat setidaknya 2.800 orang telah dieksekusi di Plötzensee Memorial Center, yang sebagian besar merupakan penentang kepemimpinan Nazi. Untuk menjaga memori sejarah, sebuah monumen peringatan resmi didirikan di Bendlerblock sejak tahun 1953.
Kantor Sekretariat Negara Jerman dalam situs resminya menegaskan, monumen tersebut dibangun untuk "Menjaga kenangan akan mereka yang turut serta dalam perlawanan terhadap teror Nasional-Sosialis dan juga membantu rakyat Jerman dalam proses penerimaan yang diperlukan untuk menerima bagian dari sejarah ini."