Mengenal Kopi Abyssinia Cikal Bakal Arabika Asal Ethiopia

Share

Kopi Arabika yang populer di seluruh dunia ternyata memiliki akar sejarah yang kuat dari benua Afrika. Jenis kopi ini diyakini lahir dan berkembang pertama kali di tanah kuno Ethiopia. Varietas legendaris yang menjadi fondasi penyebaran tersebut dikenal dengan nama kopi Abyssinia.

Dokumen sejarah mencatat wilayah kuno Abyssinia sebagai tempat awal pertumbuhan tanaman berharga ini. Dilansir dari Detik Food, komoditas kopi Abyssinia pada mulanya berasal dari tanaman kopi liar. Tanaman tersebut tumbuh secara alami di kawasan dataran tinggi Ethiopia.

Garis keturunan berbagai jenis kopi Arabika modern di dunia dipercaya bermula dari tanaman liar ini. Sejarahnya juga diperkuat oleh legenda lokal mengenai seorang penggembala kambing bernama Kaldi.

Kaldi menyadari efek buah merah dari tanaman kopi setelah melihat hewan gembalaannya menjadi lebih aktif. Sejak momen itu, buah pohon kopi mulai dikenal secara luas oleh masyarakat. Spesies asli Coffea arabica di pegunungan Ethiopia ini tumbuh tanpa banyak rekayasa genetik selama ratusan tahun. Faktor alam setempat sangat mendukung kelestarian varietas murni tersebut.

Perkebunan kopi Abyssinia berada pada ketinggian berkisar antara 1.200 hingga 2.000 meter di atas permukaan laut. Keadaan geografis ini menghasilkan biji kopi dengan cita rasa kaya dan kompleks. Para petani di Ethiopia hingga saat ini masih mempertahankan metode budidaya tradisional. Mereka sering kali membiarkan pohon kopi tumbuh alami di bawah naungan pohon-pohon hutan asli.

Sistem penanaman juga bervariasi mulai dari metode garden coffee di dekat pemukiman hingga semi-forest coffee. Langkah pelestarian tradisional tersebut terbukti mampu menjaga karakter asli komoditas.

Metode Pengolahan dan Keunikan Rasa

Biji kopi yang telah dipanen akan diproses menggunakan dua sistem utama, yaitu metode natural dan washed. Pilihan proses pasca-panen ini memengaruhi rasa akhir yang disajikan.

Penerapan metode natural memunculkan karakteristik rasa buah-buahan, beri, hingga sensasi mirip wine. Karakteristik yang menonjol dari varietas ini adalah aromanya yang kuat dan profil rasa yang kaya.

Sementara itu, proses washed menghasilkan seduhan yang berkarakter lebih ringan dengan dominasi aroma bunga. Perbedaan karakter tiap daerah menjadi daya tarik utama bagi para pencinta kopi global.

Tradisi Upacara Kebersamaan Masyarakat

Konsumsi kopi bagi warga negara Ethiopia telah melekat menjadi bagian dari identitas budaya. Masyarakat setempat memiliki ritual khusus bernama tradisi upacara kopi sebagai simbol kebersamaan.

Prosesi adat ini melibatkan penyangraian biji kopi secara langsung sebelum akhirnya digiling. Bubuk kopi kemudian diseduh menggunakan wadah tradisional yang disebut jebena.

Penyajian minuman dilakukan dalam tiga tahapan khusus sebagai bentuk penghormatan kepada para tamu. Melalui tradisi kuno dari tanah Abyssinia inilah, kultur kopi Arabika menyebar ke berbagai penjuru dunia.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author