Mengapa Handheld Retro Kembali Populer di Kalangan Gamer?

Share

Di tengah kenaikan harga komponen yang tak karu-karuan, banyak gamer yang memilih jalan alternatif seperti membeli handheld retro. Tapi mengapa diantara banyaknya pilihan alternatif, mengapa malah handheld seperti PS Vita atau PSP?

Bahkan beberapa gamer memilih menggunakan handheld retro yang menggunakan sistem emulasi seperti Anbernic, Miyoo, atau pun Retroid Pocket. Tetapi apakah itu benar alasan banyak gamer kembali menyukai game retro? Apakah ada alasan lain?

Mengapa Handheld Retro Kembali Populer?

Tak jarang banyak gamer yang merasa pusing dengan kehadiran game-game baru membutuhkan spesifikasi super tinggi. Dengan begitu, banyak gamer jadi kepikiran untuk mencoba game lawas. Selain karena ukurannya kecil, game retro sebenarnya juga tidak kalah seru dibandingkan dengan game modern. Bahkan ada yang beranggapan kalau game modern saat ini tidak begitu asyik untuk dimainkan dan hanya menang grafis saja.

Hanya saja, tidak dapat dipungkiri kalau konsumen terbesar handheld retro adalah mereka yang sudah berumur kepala 3 atau bahkan kepala 4. Sehingga perasaan nostalgia untuk memainkan game yang sering mereka gunakan sebagai pelepas waktu luang ketika kecil ingin dirasakan kembali.

Banyak juga gamer yang ketika kecil tidak berkesempatan membeli kaset game mahal, kini dengan penghasilan yang cukup berarti sudah mampu merasakan game yang mereka impikan sejak dulu.

Game retro juga bisa menjadi ajang mempererat hubungan antara orang tua yang ingin mengenalkan game favorit mereka kepada anaknya. Gamer tidak perlu lagi membayar harga kolektor yang semakin tidak terjangkau demi memainkan game langka di era mereka masih belia.

Harga Hardware Terjangkau dan Fleksibilitas Tinggi

Alasan lain yang sebenarnya jadi pemicu utama adalah tidak lain karena akses terhadap emulasi retro yang semakin mudah. Dulu untuk menjalankan game emulasi berbagai konsol retro, membutuhkan hardware yang mumpuni pada masanya. Kini dengan perkembangan hardware yang sudah signifikan lebih canggih, membuat seakan-akan game retro terasa ringan.

Kehadiran media sosial juga menjadi alasan mengapa handheld berjenis retro ini mulai digandrungi kebanyakan orang. Banyak sekali influencer, reviewer, atau konten kreator yang mempromosikan atau sekadar membagikan konten ulasan singkat atau pengalaman menggunakan retro handheld.

Tindakan seperti ini menjadi echo chamber yang kuat untuk memelintir minat gamer secara kolektif agar tertarik dengan handheld yang bisa memainkan game PS1, GameBoy, PSP, SNES, dan konsol lawas lainnya.

Kekurangan Retro Handheld

Sesuai namanya, ia merupakan handheld yang dikhususkan untuk memainkan game retro saja. Biasanya hanya mendukung emulasi dari era PSP ke bawah. Dikarenakan hardware yang digunakan tidak begitu powerful untuk mengangkat sekelas PS VIta atau meng-emulasi-kan game PS3.

Beberapa handheld kelas atas memang memiliki hardware lebih mumpuni dan bahkan setara dengan flagship smartphone beberapa tahun lalu. Makanya, ada juga handheld yang sudah menggunakan sistem operasi Android sebagai OS utama. Tak jarang game-game modern seperti Genshin Impact, Wuthering Waves, dan lainnya turut bisa dimainkan.

Namun, dengan spesifikasi yang sangar tentu juga sekaligus punya harga yang tinggi. Sebagai hobi yang tersier rasanya mematahkan poin dari konsol retro handheld itu sendiri. Gimana menurutmu? Apakah handheld seperti ini menjadi impian kamu? Atau sudah menyerah melihat harga PS Vita digoreng di marketplace?

Dapatkan informasi keren di Gamebrott terkait Tech atau artikel sejenis yang tidak kalah seru dari Andi. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected].

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author