Mendikdasmen Beri Trauma Healing Usai Teror Bom di SDN Srengseng Sawah
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengunjungi SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jakarta Selatan, pada Selasa (14/7/2026) untuk memberikan trauma healing kepada para siswa setelah adanya ancaman teror bom saat hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah.
Dilansir dari Detikcom, Abdul Mu'ti tiba di lokasi sejak pukul 06.30 WIB dan langsung mengikuti kegiatan senam bersama seluruh murid sebelum membagikan sejumlah hadiah serta berinteraksi langsung guna memulihkan psikologis anak-anak.
"Ini merupakan kegiatan yang memang diselenggarakan untuk menyemangati anak-anak ketika mulai pembelajaran. Dan tadi juga sempat berdialog dengan anak-anak murid baru yang kelas satu di sini. Alhamdulillah semuanya suasana ceria dan juga mereka sudah semangat untuk kembali belajar," kata Mu'ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.
Mendikdasmen menambahkan bahwa kelancaran kegiatan pendampingan ini terwujud atas kerja sama lintas sektor, termasuk aparat kepolisian, dinas terkait, serta para pendidik setempat.
"Anak-anak juga kelihatan semuanya gembira, tidak ada ketakutan sama sekali. Dan ini yang ingin kita tumbuhkan terus sesuai dengan semangat dan juga sesuai dengan kebijakan kita MPLS yang ramah," ungkap Mu'ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.
Pihak kementerian menegaskan komitmennya untuk bersinergi dengan lembaga psikologi dan kepolisian guna mengedukasi para orang tua siswa, sekaligus melanjutkan pengawasan pascainsiden.
"Jadi orang tuanya juga tadi sudah dikumpulkan, diberikan penyuluhan untuk memberikan semangat ke anak-anaknya dan juga menciptakan situasi yang kondusif. Termasuk juga tentu saja untuk selanjutnya akan ada terus pemantauan dari kementerian dan juga Dinas Pendidikan," ucap Mu'ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.
Sementara itu, aparat kepolisian bergerak cepat mengamankan seorang pria berinisial MY (34) yang diduga kuat sebagai pelaku pengirim pesan ancaman peledakan tersebut.
"Untuk pelaku satu orang inisial MY yang beralamat di sekitar lokasi kejadian sekolah sudah diamankan," kata Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes.
Penyelidikan lebih lanjut mengungkap bahwa pelaku memiliki hubungan emosional dengan institusi tersebut karena statusnya sebagai salah satu wali murid.
"Setelah pelaku diamankan, ternyata anaknya pelaku juga bersekolah di sekolah tersebut," kata Iman Imannudin, Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes pada Senin (13/7).
Berdasarkan keterangan kepolisian, pelaku sempat mendatangi sekolah untuk menjemput anaknya ketika pengelola sekolah memutuskan memulangkan seluruh siswa akibat ancaman tersebut.
"Tadi pagi yang bersangkutan sempat juga menjemput anaknya dari sekolah pada saat diberitahukan ada teror terkait dengan ancaman bom tersebut," imbuh Iman Imannudin, Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes.
Pelaku mengirimkan pesan singkat dan panggilan telepon ke guru serta staf tata usaha dengan dalih iseng, serta mengklaim telah memasang bahan peledak di 11 titik area sekolah.
"SELAMAT PAGI DAN SALAM SEJAHTERA, DIHARAAP BERSIAP SIAP DENGAN HITUNGAN MENIT TEMPAT SEKOLAHAN SDN 15 PAGI INI AKAN MELEDAK DAN KAMI SUDAH MENYIAPKAN 11 TITIK…!!!" bunyi pesan ancaman MY, Pelaku.
Penyisiran menyeluruh yang dilakukan oleh Tim Gegana bersama Densus 88 Antiteror memastikan tidak ada bahan peledak di lokasi, dan polisi kini menjadwalkan pemeriksaan kejiwaan pelaku yang saat ini masih berstatus saksi.