Mendikdasmen Pastikan SDN Srengseng Sawah 15 Jakarta Aman Pasca-Ancaman Bom
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti memastikan situasi SD Negeri Srengseng Sawah 15, Jakarta Selatan, telah aman pasca-ancaman bom pada hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin (13/7/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Abdul Mu'ti setelah meninjau langsung lokasi sekolah dan mendapatkan hasil investigasi dari pihak kepolisian yang menyatakan ancaman tersebut tidak terbukti, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
"Alhamdulillah tadi saya ke SD Negeri Srengseng Sawah 15, yang kemarin sempat ada peristiwa ancaman bom. Ternyata setelah dilakukan investigasi oleh kepolisian, itu hanya iseng saja, tidak terbukti," kata Mu'ti, Mendikdasmen.
Aparat kepolisian kini telah mengidentifikasi dan menangkap pelaku penyebar teror berinisial MY, yang merupakan salah satu orang tua murid di sekolah tersebut. Polisi masih melakukan pemeriksaan mendalam untuk mengetahui motif di balik tindakan iseng pelaku yang sempat memicu keresahan.
Meski sempat terjadi kepanikan akibat ancaman tersebut, proses pengenalan sekolah bagi para siswa baru dilaporkan tetap berjalan dengan kondusif dan tertib.
"Semuanya mengikuti MPLS dengan gembira, mengikuti dengan ceria dan tidak ada sama sekali terkesan rasa takut dan sebagainya di antara para murid, orang tua, dan guru," kata Mu'ti, Mendikdasmen.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menekankan bahwa insiden ini harus menjadi momentum penting untuk memperkuat sistem keamanan sekolah serta menciptakan ruang belajar yang ramah bagi anak. Mu'ti menggarisbawahi bahwa kegiatan orientasi siswa baru harus dikemas dalam bentuk yang edukatif tanpa ada unsur tekanan.
"Pendekatan kami adalah pendekatan yang menyenangkan. Ini adalah momen untuk penelusuran bakat dan minat anak. Kami ingin menjadikan momentum MPLS ini untuk memperkuat budaya sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk perundungan (bullying)," kata Mu'ti, Mendikdasmen.
Pemerintah juga memandang pentingnya perluasan edukasi mengenai mitigasi berbagai ancaman modern di lingkungan pendidikan, termasuk bahaya perundungan siber demi mencegah kejadian serupa terulang kembali.