Mendes PDT Dorong Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di Maluku Utara
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto mengajak warga Maluku Utara mendukung pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih untuk memperkuat perekonomian desa, seperti dilansir dari Detikcom pada Rabu (5/8/2026).
Penguatan ekonomi warga dan pengentasan kemiskinan melalui program ini merupakan pelaksanaan Asta Cita keenam Presiden Prabowo Subianto. Acara pembukaan Seminar Nasional KDKMP tersebut berlangsung di Pelabuhan Perikanan Nusantara, Ternate, dengan dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.
"Saya mengajak seluruh masyarakat Maluku Utara ayo bersama-sama menyelesaikan Koperasi Desa Merah Putih yang fungsinya sangat bagus sangat baik," ujar Mendes PDT Yandri Susanto.
Pembentukan KDKMP mencakup serangkaian proses teknis yang meliputi pengurusan badan hukum, pembangunan sarana gerai serta gudang, hingga tahap operasional.
"Salah satunya untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan adalah koperasi desa dan koperasi kelurahan merah putih. Maka kita punya kepentingan secara bersama-sama untuk menyukseskan program ini," kata Yandri Susanto.
Penyampaian informasi resmi dalam seminar ini ditujukan agar masyarakat terhindar dari disinformasi dan berita bohong yang beredar di publik.
"Tentu tahapannya memang banyak, mulai dari badan hukum, pembangunan gerai dan gudang, operasional dan lain sebagainya, nanti akan dijelaskan oleh para pembicara. Tentu pembicara utama kita adalah Menko Pangan," ujar Yandri Susanto.
Yandri juga membantah rumor mengenai penutupan toko kelontong di area pedesaan oleh pihak kementerian.
"Dengarkan baik-baik, jangan salah paham atau paham yang salah sehingga nanti kita yang hadir di sini insyaallah akan menjadi jubir-jubir atau bisa memberikan keterangan yang benar dan baik karena sekarang narasinya banyak dibelokkan, banyak hoaks," tutur Yandri Susanto.
Laporan atas tuduhan tidak benar mengenai pembatasan operasional toko warga tersebut telah diteruskan kepada pihak kepolisian.
"Tidak mungkin Menteri Desa, Menko Pangan yang hari-hari membela rakyat menutup warung-warung di desa atau melarang radius dua kilometer menutup kelontong-kelontong yang ada di desa. Jadi itu bohong, fitnah dan kami sudah laporkan ke aparat penegak hukum," tegas Yandri Susanto.
Di sisi lain, Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan memaparkan bahwa lembaga ini dirancang sebagai penampung komoditas utama agar hasil panen petani serta nelayan terlindungi dari kerugian harga.
"Presiden tidak ingin nelayan yang sudah rajin melaut, petani yang sudah rajin tanam padi, begitu panen tidak ada yang beli atau dia rugi. Maka Kopdes akan berfungsi sebagai offtaker, bisa beli ikannya bisa gabahnya, bisa beli jagungnya," ujar Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan.
Fungsi lain dari unit koperasi ini adalah menjadi sarana distribusi terpadu untuk berbagai program bantuan sosial milik pemerintah.
"Koperasi Desa Merah Putih nanti akan menyalurkan seluruh bantuan pemerintah, baik PKH bantuan tunai, bantuan beras, semua bantuan subsidi melalui Koperasi Desa Merah Putih," jelas Zulkifli Hasan.
Rangkaian sosialisasi KDKMP akan dilanjutkan ke daerah lain seperti Jawa Timur dan Lampung setelah diselenggarakan di Jakarta, Sulawesi Selatan, dan Maluku Utara.
"Hari ini di Maluku Utara, nanti lanjut ke Jawa Timur, Lampung dan seterusnya. Ini adalah forum dua arah. Jadi nanti silakan bapak ibu termasuk undangan dari pihak kampus, ormas, OKP, rakyat umum silakan untuk kalau ada yang belum diperjelas di forum ini," pungkas Yandri Susanto.
Kegiatan seminar di Ternate tersebut turut menghadirkan jajaran pejabat Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Koperasi, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, serta akademisi dari Universitas Khairun.