Mendagri Malaysia Soroti Sistem Pemindai KLIA usai Penangkapan Pilot
Menteri Dalam Negeri Malaysia Saifuddin Nasution Ismail mengonfirmasi bahwa mesin pemindai di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) sebenarnya mampu mendeteksi barang selundupan seperti narkoba. Penegasan tersebut disampaikan menyusul penangkapan seorang pilot maskapai Malaysia Airlines di Jakarta akibat dugaan penyelundupan 70.000 pil ekstasi dan metamfetamin, dilansir dari Detikcom pada Senin (10/8/2026).
Pengawasan bagasi di KLIA saat ini dijalankan oleh otoritas Keamanan Penerbangan serta dibantu pihak polisi pembantu dari Malaysia Airports Holdings Bhd. Prosedur operasional tersebut dilaksanakan guna memenuhi standar internasional yang dirancang oleh Organisasi Penerbangan Sipil Internasional.
Protokol pemeriksaan di lapangan memang diprioritaskan untuk mengidentifikasi ancaman keamanan seperti senjata api, benda tajam, dan bahan peledak. Kondisi tersebut memicu celah dalam pengawasan barang selundupan, meskipun perangkat pemindai yang digunakan memiliki spesifikasi teknis yang memadai.
"Ini adalah insiden penyelundupan barang ilegal. Ini bukan kekurangan dalam hal mesin pemindai," ujar Saifuddin Nasution Ismail, Menteri Dalam Negeri Malaysia.
Pemerintah Malaysia juga telah menerima laporan resmi mengenai kondisi teknis fasilitas keamanan di area perbatasan bandara tersebut.
"Kami telah diberi pengarahan oleh Direktur Jenderal Badan Pengendalian dan Perlindungan Perbatasan Malaysia, Mohd Shuhaily Mohd Zain, bahwa mesin pemindai kita memiliki kemampuan penuh," kata Saifuddin Nasution Ismail.
Evaluasi terhadap kompetensi personel di lapangan kini menjadi perhatian utama pemerintah untuk memperketat pengawasan di masa mendatang.
"Hanya saja cakupan pemeriksaan lebih difokuskan pada senjata. Jadi, bahkan ketika barang ilegal terdeteksi, ini adalah area yang perlu ditingkatkan, terutama dalam hal keahlian petugas yang melakukan pemeriksaan," ujar Saifuddin Nasution Ismail.
Langkah pembaruan teknologi pemeriksaan tetap menjadi opsi terbuka bagi pemerintah Malaysia untuk meningkatkan efektivitas pemindaian barang bawaan.
"Apakah kita akan tetap statis dengan mesin yang ada ke depannya? Tentu tidak," kata Saifuddin Nasution Ismail.
Pemerintah terus memantau perkembangan teknologi keamanan terbaru guna memastikan sistem pemeriksaan perbatasan berjalan optimal.
"Ada berbagai macam peralatan yang lebih canggih untuk sistem pemeriksaan masuk bandara dengan kemampuan yang jauh lebih tinggi, jadi kami selalu terbuka untuk mengadopsi jenis peralatan baru," ujar Saifuddin Nasution Ismail.