Menag Nasaruddin Umar Imbau Solidaritas Bagi Penyintas Gempa

Share

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyerukan penguatan persatuan dan empati umat beragama guna membantu penyintas gempa bumi di Nusa Tenggara Timur, Sumatera Utara, dan Sulawesi Tengah. Imbauan ini disampaikan dalam upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Jakarta pada Senin (17/8/2026), dilansir dari Detikcom.

Nasaruddin menekankan pentingnya pengoptimalan filantropi keagamaan sebagai wujud nyata pengamalan nilai agama sekaligus penguat ekonomi masyarakat.

"Mari kita ulurkan tangan untuk peduli dan membantu korban gempa. Inilah agama yang hadir, yang tidak hanya bicara tentang langit, tetapi juga bekerja untuk bumi," ujar Nasaruddin Umar, Menteri Agama.

Dalam kesempatan tersebut, beliau juga mengajak masyarakat memanjatkan doa demi keselamatan dan ketabahan para korban terdampak.

"Saat saudara-saudara kita berduka karena gempa bumi, mari tengadahkan tangan kita untuk berdoa kepada Zat Yang Maha Berkehendak, kiranya mereka yang wafat diberikan kemuliaan di sisi-Nya. Bagi mereka yang sakit segera diberikan kesembuhan. Dan bagi mereka yang terdampak diberikan ketabahan dan percepatan pemulihan, baik lahir maupun batin," kata Nasaruddin Umar, Menteri Agama.

Menag mengingatkan kembali sejarah perjuangan bangsa yang melibatkan para tokoh agama dari berbagai latar belakang. Kerukunan umat beragama dinilai menjadi pondasi utama dalam menjaga keberlanjutan pembangunan nasional.

Peningkatan capaian keagamaan tecermin dari Indeks Kerukunan Umat Beragama yang naik dari 76,47 pada 2024 menjadi 77,89 pada 2025, serta Indeks Kesalehan Umat Beragama 2025 yang menyentuh angka 84,61.

"Kondisi ini harus kita syukuri. Jangan biarkan perbedaan jadi alasan bermusuhan. Jangan biarkan agama jadi alasan saling menjauh. Jadikan agama dan nilai-nilainya sebagai jalan untuk saling menguatkan dan memberikan makna kehidupan," ucap Nasaruddin Umar, Menteri Agama.

Ia menyoroti peran penting lembaga serta rumah ibadah sebagai tempat memupuk kedamaian dan akhlak masyarakat.

"Rumah ibadah harus menjadi tempat yang menentramkan. Madrasah, pesantren, majelis taklim, sekolah minggu, pasraman, widyalaya, dan ruang kajian keagamaan harus menjadi tempat tumbuhnya ilmu dan akhlak. Agama harus menjadi sumber pencerahan, kedamaian, serta kemaslahatan," pangkas Nasaruddin Umar, Menteri Agama.

Upacara HUT ke-81 RI di halaman kantor Kemenag ini dihadiri oleh Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi'i, jajaran pimpinan, ASN Kemenag, serta tokoh masyarakat. Pada momen tersebut, diserahkan pula penganugerahan Satyalancana Karyasatya secara simbolis kepada ASN atas pengabdian selama 10, 20, dan 30 tahun.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author