Memorabilia Kolonel Sanders Terjual dengan Harga Fantastis dalam Lelang
Puluhan barang peninggalan pendiri KFC, Kolonel Harland Sanders, resmi berpindah tangan melalui acara lelang di Shelbyville, Kentucky, Amerika Serikat. Barang-barang pribadi hingga dokumen bisnis milik mendiang pendiri restoran cepat saji tersebut laku terjual dengan nilai fantastis, seperti dilansir dari Detik Food.
Koleksi yang dilepas ke publik mencakup lebih dari 70 item, mulai dari catatan tulisan tangan, kartu resep, buku agenda tahun 1964, hingga dasi kupu-kupu hitam khas milik Sanders. Pihak keluarga menyimpan seluruh peninggalan tersebut selama bertahun-tahun sebelum akhirnya dilelang untuk para mengagumi sosonya.
Juru lelang utama The Menish Group, Bill Menish, menyebutkan bahwa barang yang paling menjadi incaran para kolektor adalah buku agenda tahun 1964. Buku tersebut berhasil memikat pembeli hingga menembus harga US$30.000 atau sekitar Rp541 juta.
Daya tarik utama buku agenda tersebut terletak pada bagian belakangnya. Terdapat catatan mengenai 11 bumbu dan rempah yang diduga kuat merupakan racikan resep rahasia legendaris dari ayam goreng KFC.
"Di bagian belakangnya, entah mengapa, terdapat tulisan 11 bumbu dan rempah," kata Bill Menish.
Selain buku agenda, item lain juga mencatatkan nilai penjualan yang tinggi. Sertifikat Kentucky Colonel tahun 1955 terjual senilai US$23.000 atau setara Rp415 juta, sedangkan dasi kupu-kupu hitam milik Sanders laku seharga US$8.000 atau sekitar Rp145 juta.
Dalam acara tersebut, Menish turut menyoroti penggunaan panci presto yang menjadi salah satu inovasi terbesar Sanders dalam membesarkan bisnisnya. Metode ini mampu memangkas durasi memasak ayam goreng secara drastis dari 30 menit menjadi hanya 10 menit.
"Inovasi inilah yang benar-benar merevolusi kemampuannya melayani industri restoran cepat saji yang terus berkembang," jelas Menish.
Momen pelelangan barang peninggalan tersebut turut dihadiri oleh cicit dari Sanders, Elizabeth Pitchford. Ia menyampaikan perasaannya saat menyaksikan peninggalan sang kakek berpindah tangan kepada para kolektor.
"Saya ingin melihat langsung orang-orang yang membeli barang-barang milik kakek saya. Benda-benda ini sudah bersama keluarga saya selama bertahun-tahun, jadi rasanya sangat mengharukan," kata Pitchford.