Megawati Tegaskan PDIP Tidak Masuk Kabinet Prabowo Subianto
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengonfirmasi posisi partainya yang berada di luar kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sebagai penyeimbang. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Ekspose Naskah Sumber Arsip Dasar Negara II yang diselenggarakan BPIP pada Senin, 10 Agustus 2026, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Presiden ke-5 RI tersebut menjelaskan tata negara Indonesia yang menganut sistem presidensial. Menurut penjelasan Megawati, mekanisme pemerintahan di Indonesia secara konstitusional tidak mengenal istilah oposisi maupun koalisi layaknya sistem parlementer.
"Yang namanya negara kita ini kan namanya adalah dengan sistem presidensial, betul atau tidak? Betul toh, kok saya selalu diomongin oposisi, memangnya ada di dalam sistem presidensial? No oposisi, tidak ada koalisi," kata Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDI Perjuangan.
Megawati kemudian meminta agar seluruh pihak mempelajari kembali konstitusi dan aturan sistem pemerintahan di Indonesia. Penegasan itu disampaikan guna meluruskan kekeliruan publik mengenai konsep oposisi yang sering dilekatkan pada posisi PDI Perjuangan.
"Silakan baca kalau tidak percaya. Baca jangan g*** gitu aja. 'Ibu Megawati tenang aja ngomong gitu karena oposisi'. Haduh, mau dilawan nggak ngerti, dilawannya b***, lah piye, itu kan yang namanya sistem parlementer, benar apa nggak? Benar, makanya saya bilang saya baca tapi saya suka lupa pasal, jadi nggak ada," ucap Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDI Perjuangan.
Guna memperjelas arah politik partai, Megawati mengungkapkan pembicaraan langsung yang dilakukannya bersama Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan keputusan akhir PDI Perjuangan untuk menetapkan posisi resmi di luar struktur kabinet.
"Makanya saya katakan 'Pak Prabowo, Mas Presiden, saya minta untuk…', saya datang benar ngomong baik-baik saya tidak akan ditawari untuk masuk, 'Saya tidak masuk ke kabinet, Pak, terima kasih banget, saya akan berada di luar sebagai penyeimbang'. Dengerin tuh semua, saya bukan oposisi tahu, enak aja!" tegas Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDI Perjuangan.
Megawati turut menanggapi polemik dari para pembuat opini dan buzzer yang terus mempertanyakan sikap politik PDI Perjuangan. Ia menekankan bahwa peran penyeimbang memberikan ruang untuk bersikap kritis objektif terhadap setiap kebijakan pemerintah.
"Ngerti opo nggak opsisi kui opo? Saya bilang penyeimbang, terus ada yang bilang buzzer 'penyeimbang apa?', g*** ini si buzzer, nggak pernah baca dia, eh iya dong, kenapa nggak boleh? Artinya apa, kalau benar saya benarkan, kalau nggak tentu masa saya nggak boleh ngomong, terus mau dijadiin apa? Masuk arsip loh, iya dong, buat apa ini ada pak arsip," ujar Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDI Perjuangan.