Media Asing Sorot Pengunduran Diri Kepala BGN Nanik S Deyang

Share

Sejumlah media asing menyoroti pengunduran diri Nanik S Deyang dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada Rabu (22/7/2026). Langkah tersebut menjadi sorotan internasional lantaran terjadi di tengah dinamika efisiensi anggaran program makan gratis.

Kantor berita Reuters melaporkan bahwa pengunduran diri Nanik dilandasi oleh alasan kesehatan. Keputusan ini mencatatkan pergantian pimpinan kedua di lembaga pemerintah tersebut dalam kurun waktu kurun satu bulan lebih.

"Perubahan kepemimpinan kedua di badan pemerintah yang sedang menghadapi masalah ini, hanya dalam waktu lebih dari sebulan," tulis laman itu.

Laporan Reuters juga menggarisbawahi bahwa transisi kepemimpinan ini berlangsung pasca adanya pemotongan anggaran serta investigasi terhadap operasional program.

"Pengunduran diri Nanik… yang mengambil alih Badan Gizi Nasional pada bulan Juni, terjadi setelah pemotongan anggaran dan penyelidikan kriminal terhadap program makan gratis," tambahnya.

Sementara itu, media Nikkei Asia menyoroti gejolak yang timbul akibat pengunduran diri Nanik. Peristiwa ini terjadi sehari setelah BGN mengumumkan penurunan alokasi anggaran program makan gratis dari Rp268 triliun menjadi Rp229 triliun, yang berpotensi memangkas jatah dana per porsi hingga mengurangi jumlah penerima manfaat.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira memberikan pandangannya terkait dinamika politik dan kendala internal yang dihadapi lembaga tersebut.

"Pengunduran diri dua kepala … lembaga ini dalam waktu singkat menunjukkan bahwa masalah terkait makan gratis sudah kronis dan sulit diperbaiki tanpa kemauan politik Prabowo," kata Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira dalam wawancaranya ke laman itu.

Di sisi lain, Channel News Asia (CNA) menyoroti pengangkatan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono untuk memimpin BGN. CNA juga mengutip keprihatinan Nanik terkait pengelolaan dana dalam unggahan media sosialnya.

"Selama itu tidak melibatkan pengelolaan uang, trauma," tulis CNA mengartikan pernyataan Nanik.

Selama 45 hari masa jabatannya, Nanik sempat mengevaluasi sekitar 28.000 dapur komunitas dan menindak 414 dapur yang bermasalah. BGN kini memfokuskan perhatian pada efisiensi anggaran dan peningkatan kualitas demi mencegah insiden keracunan makanan pada anak-anak.

Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menegaskan komitmen lembaga dalam menjaga mutu pelaksanaan program di lapangan.

"Akan ada … pengurangan jumlah penerima manfaat. Presiden tidak lagi menargetkan angka tertentu, namun beliau menginginkan peningkatan kualitas agar tidak ada lagi kasus keracunan makanan," tegas Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari saat memberikan keterangan yang dikutip CNA.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author