Mauricio Pochettino Buka Suara Terkait Rumor Melatih AC Milan
Manajer Tim Nasional Amerika Serikat Mauricio Pochettino memberikan tanggapan diplomatis terkait kabar penjajakan kontrak dengan AC Milan untuk menggantikan Massimiliano Allegri setelah kompetisi Piala Dunia 2026 berakhir.
Klub raksasa Liga Italia tersebut dilaporkan tengah mencari juru taktik baru setelah memecat Allegri akibat kegagalan menembus kualifikasi Liga Champions musim depan, di mana Rossoneri finis pada peringkat kelima atau keenam di pekan terakhir Serie A 2025/26.
Jurnalis Nico Schira mengabarkan bahwa nama Pochettino telah diperkenalkan ke pihak manajemen Milan, bahkan pembicaraan awal serta pertemuan informal dengan perwakilan pelatih asal Argentina itu dikabarkan telah berlangsung pada pekan lalu.
Pochettino, yang menandatangani kontrak tiga tahun sebagai pelatih dengan bayaran tertinggi dalam sejarah timnas AS sejak September 2024 setelah berpisah dari Chelsea, sempat memberikan jawaban mengambang saat dikonfirmasi mengenai pertemuan agennya.
"Mungkin saja, karena mereka harus menjalankan tugasnya," ujar Pochettino seperti dilansir BBC.
Arsitek tim berusia 54 tahun tersebut menjelaskan bahwa pertemuannya dengan beberapa perwakilan klub Eropa akhir-akhir ini tidak mengubah fokus jangka pendeknya untuk mempersiapkan skuad AS menjelang Piala Dunia 2026 di rumah sendiri.
"Kalau saya bertemu seseorang, apa yang terjadi? Apa yang akan berubah kalau saya bertemu seseorang?" lanjut Pochettino.
Mantan manajer Espanyol, Southampton, Tottenham Hotspur, dan Paris Saint-Germain ini juga menegaskan bahwa komunikasi dengan berbagai pihak merupakan hal lumrah bagi agen profesional demi mengeksplorasi pilihan karir masa depan.
"Kami punya teman di mana-mana dan perwakilan saya bekerja untuk saya mencoba menemukan peluang terbaik untuk masa depan. Itu wajar," kata Pochettino.
Spekulasi kembalinya Pochettino ke Eropa turut memunculkan potensi reuni dengan Christian Pulisic, mantan anak asuhnya di Stamford Bridge yang kini menjadi pilar penting di San Siro.
Dilansir dari Goal, meski Pochettino dan asistennya Jesus Perez baru saja menggelar pertemuan strategis jangka panjang bersama CEO Federasi Sepak Bola AS JT Batson serta COO Dan Helfrich terkait Olimpiade 2028 dan edukasi pelatih, sang manajer memastikan komitmen penuhnya tidak akan goyah.
"Transparansi yang kami tunjukkan adalah komitmen kami kepada tim nasional hingga Piala Dunia, hingga Piala Dunia berakhir," katanya.
Komitmen tertulis tersebut dipastikan berjalan hingga bulan Juli setelah turnamen akbar antarnegara itu selesai, tanpa adanya rencana perpanjangan masa bakti bersama federasi sepak bola Amerika Serikat.
"Dalam hampir dua tahun, kami telah menerima banyak tawaran, dan kami selalu mengatakan bahwa kami akan menyelesaikan kontrak pada bulan Juli setelah Piala Dunia." imbuh Pochettino.
Pochettino menambahkan bahwa ia tidak menampik adanya pendekatan informal dari beberapa manajemen klub berbeda di tengah masa kontrak berjalannya saat ini.
"Tentu saja, kami telah didekati. Saya tidak akan berbohong kepada Anda. Tentu saja, saya telah bertemu beberapa orang dari klub yang berbeda, tetapi itu adalah percakapan biasa karena kami memiliki teman di dunia sepak bola." tutur Pochettino.
Manajemen AC Milan sendiri masih harus mempertimbangkan aspek keselarasan visi jangka panjang serta kemampuan finansial klub untuk memenuhi ekspektasi transfer sebelum meresmikan suksesor kursi kepelatihan.
"Itu normal bagi semua kolega saya. Ada banyak contoh orang yang terikat kontrak di klub yang berbeda yang bertemu dan berbicara dengan orang lain," ujarnya.
Saat ini Pochettino terpantau tetap mendampingi persiapan anak asuhnya setelah sebelumnya sempat memimpin laga persahabatan internasional melawan Belgia di Stadion Mercedes-Benz Atlanta pada 28 Maret 2026.
"Jika saya tidak berkomitmen, lalu apa yang saya lakukan di sini? Saya di sini sekarang. Saya di sini, dan saya tidak akan pergi besok," imbuh Pochettino.