by

Maulid Nabi, Momentum Gotong-Royong Aktualisasikan Piagam Madina

Pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati Lampung Timur Zaiful Bokhari-Ahmad Sudibyo menyebut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum bagi umat Islam dan seluruh rakyat Indonesia untuk menguatkan lagi gotong-royong.

Gotong-royong ibarat vaksin, mampu mengurangi beban yang lemah dari yang kuat. Sebaliknya yang kokoh makin solid karena terbantu dengan munculnya mereka yang telah terbantu.

Sendi ekonomi dari yang mikro seperti pedagang emperan. Ikut terbantu karena produknya dibeli. ”Di sela pandemi ini pun momentum kita berbagi. Inilah yang saya sebut momentum kebangkitan umat dalam sisi gotong-royong,” terang Zaiful kepada Publika.id.

Berbagai persoalan yang dihadapi sekarang sudah mendera bangsa, sambung Zaiful, jelas membutuhkan kekuatan untuk melawan wabah. ”Kekuatan itu bisa kita bangun lewat menjaga syiar Islam dalam tarikan napas dengan syiar kebangsaan dalam tugas sehari-hari berorganisasi,” imbuhnya

Baca Juga  Lamtim Ramah Investasi, Bangun Daerah Tak Melulu Bergantung APBD

Dua komponen yang begitu kuat. Termasuk acara Maulid Nabi yang digelar. “Meski yang hadir secara fisik dibatasi jumlahnya, tidak mengurangi khidmat perayaan Maulid Nabi,” tutur Bang Ipul sapaan petahana dengan nomor urut duanya itu.

Bang Ipul menambahkan, teladan Nabi Muhammad SAW ialah mengutamakan toleransi, dan perdamaian terlepas apa pun latar belakangnya.

”Piagam Madinah, merupakan bukti yang ditinggalkan Nabi Muhammad untuk merekat antarumat beragama di Madinah,” ulasnya.

Pada saat itu agama-agama seperti Yahudi, Kristen, dan suku-suku lain saling bertikai, kemudian Nabi Besar Muhammad SAW membawa konsep atau platform yang bisa menyatukan mereka semua.

“Yang akhirnya Piagam Madinah itu diterima, karena kemudian di dalamnya mengandung prinsip saling hormat-menghormati di antara agama-agama dan suku-suku yang ada di sana,” jelasnya.

Baca Juga  Kawal UU PDP Sampai Tuntas, Ini Penjelasan Azis Syamsuddin

Ajaran Nabi Muhammad SAW sangat mengutamakan prinsip perdamaian dalam menyampaikan dakwah dan menjalankan tugas syiar Islam. ”Dan hal yang paling sederhana ialah menjadikan senyum bernilai ibadah,” katanya.

Zaiful pun mengisahkan Nabi Muhammad SAW berhasil dua hal yang berbeda yakni suku dan agama saling bergotong-royong. Yang tadinya tercerai berai, tidak menikmati persatuan, tetapi di bawah Nabi Muhammad SAW, mereka akhirnya mengenal ukhuwah atau persatuan itu sendiri.

”Dua hal yang dimaknai ini menjadi tolak ukur kita dalam membangun Lampung Timur,” imbuh pria yang mendapat dukungan dari 9 cucu pendiri Nahdatul Ulama (NU) saat maju dan mencalonkan diri sebagai kepala daerah.

Sementara itu Ahmad Sudibyo menambahkan, di Indonesia, khususnya di Lampung Timur, dikenal dengan Pancasila dan UUD 1945. ”Ini pun dua hal yang saling bergotong-royong. Azas dan kedudukan bernegara diselaraskan dengan sendi budaya Nusantara,” imbuhnya.

Baca Juga  Cerita Relawan Gagal Dapatkan Vaksin, Berharap Uji Klinis Sukses

Tentu saja, lanjut Mas Dibyo-sapaan akrab mantan Anggota DPRD Lampung Timur dua periode itu

semua semata-semata untuk menikmati segala hal Allah SWT yang berikan. ”Perihal nikmat persatuan harus kita jaga, kita pelihara bersama-sama atas dasar lailaha illallah dengan mengedepankan akhlakul karimah,” katanya pula.

Ia berharap jangan sampai hal yang sepele membuat persatuan NKRI terpecah. Semua harus didiskusikan agar persatuan itu tetap berjalan. ”Nabi Muhammad SAW juga meminta umatnya tentang pentingnya tabayun atas informasi yang ada,” pungkas Mas Dibyo. (man/tap)

Baca Juga