Massa Geruduk Rumah Terduga Penista Agama MC Miras di Bekasi

Share

Sekelompok warga mendatangi sebuah rumah di kawasan Pengasinan, Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu (12/8/2026), usai beredarnya kabar bahwa hunian tersebut milik pemandu acara taruhan minuman keras yang menggelar tantangan hafalan Al-Qur'an di Ancol, Jakarta Utara, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Aksi kedatangan massa tersebut sempat terekam dalam video yang beredar luas di media sosial. Warga tampak meramaikan lokasi hingga melangkah masuk ke dalam area rumah tersebut.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Putu Kholis Aryana menjelaskan bahwa tindakan warga terpicu oleh pesan berantai mengenai keberadaan tempat tinggal pelaku. Pihak kepolisian bersama komunitas lokal segera melakukan penelusuran langsung di lapangan.

"Kemudian, keresahan terhadap peristiwa yang terjadi tentang penistaan ini tentunya masif di media sosial. Ada informasi bahwa yang bersangkutan pernah berdomisili di Kota Bekasi. Saat itu dari komunitas umat Islam berusaha meng-cross-check apakah informasi yang bersangkutan tinggal di Kota Bekasi itu benar atau tidak," jelas Kombes Putu di Mapolres Metro Bekasi Kota, Rabu (12/8/2026).

Pemeriksaan lanjutan yang melibatkan ketua RT setempat, Kapolsek, dan jajaran kepolisian mengonfirmasi bahwa sosok terduga penista agama sudah tidak lagi mendiami bangunan tersebut.

"Betul, sudah (tidak tinggal di situ) sekitar 2 atau 3 bulan. Yang jelas, keberadaan yang bersangkutan sampai dengan tadi malam di-cross-check, disaksikan perangkat lingkungan, tidak berdomisili di Kota Bekasi," tegasnya.

Kepolisian merinci bahwa proses hukum terkait dugaan pelanggaran tersebut saat ini sedang berjalan dan ditangani secara bersinergi oleh beberapa instansi kepolisian.

"Kejadiannya ada di Jakarta Utara. Kemudian saat ini Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Utara, dan juga Bareskrim sedang menangani perkara ini karena diadukan dan dilaporkan juga ke tiga kesatuan di yang tadi sudah saya sebut," jelasnya.

Pihak kepolisian juga meminta warga untuk menyerahkan seluruh penanganan perkara kepada aparat penegak hukum dan tidak melakukan aksi main hakim sendiri.

"Kemudian kami juga menyampaikan kepada masyarakat agar menyerahkan penanganan ini kepada pihak kepolisian. Kita sudah melakukan upaya-upaya penyelidikan, baik itu Polres Metro Jakarta Utara, Polda Metro Jaya, dan Bareskrim Polri. Nanti tentunya update-nya akan disampaikan," tuturnya.

Kombes Putu menekankan pentingnya menjaga kondusivitas wilayah serta mempercayakan jalannya proses penyelidikan kepada pihak yang berwenang.

"Ya tentunya keresahan-keresahan ini kita juga melihat. Kami mengimbau warga tetap tenang. Untuk penanganan telah dilakukan oleh pihak kepolisian. Pasti akan ditangani secara proporsional dan profesional oleh pihak kepolisian," lanjutnya.

Sementara itu, Kapolsek Rawalumbu Kompol Akhmadi mengonfirmasi bahwa situasi di lokasi kejadian langsung terkendali setelah jajarannya tiba untuk memberikan imbauan.

"Jadi mereka itu kan nggak paham, makannya saya kasih pemahaman akhirnya mereka membubarkan diri," kata Akhmadi saat dihubungi.

Akhmadi menambahkan bahwa hunian yang didatangi warga sejatinya merupakan milik orang tua dari pelaku yang telah meninggal dunia.

"Bukan, jadi itu adalah rumah orang tuanya, tapi orang tuanya meninggal, tapi dia suka ke situ," ujarnya.

Massa secara bertahap meninggalkan lokasi dan situasi kembali kondusif tidak lama setelah imbauan dari pihak kepolisian disampaikan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author