Masjid Winnipeg Diserang Penembak Misterius PM Carney Kutuk Islamofobia

Share

Aksi penembakan menyasar Rahma Islamic Centre di Winnipeg, Manitoba, Kanada, pada Rabu (29/7/2026) malam. Insiden serangan bermotif Islamofobia yang tidak menimbulkan korban luka ini mendapat kecaman keras dari Perdana Menteri Kanada Mark Carney, seperti dilansir dari Detikcom.

Dua orang tidak dikenal melepaskan tembakan ke arah bangunan masjid dari dalam kendaraan. Para pelaku kemudian menyerang fasilitas tersebut menggunakan senjata tumpul hingga memecahkan kaca jendela saat jemaah berada di dalam gedung.

PM Mark Carney menegaskan sikap pemerintahannya terhadap aksi kekerasan bernada kebencian yang menimpa tempat ibadah umat Islam tersebut.

"Tindak kekerasan bermotif Islamofobia ini mengerikan dan tidak memiliki tempat di Kanada. Saya bersyukur tidak ada yang terluka," kata Carney dalam pernyataan via media sosial X, seperti dilansir AFP, Jumat (31/7/2026).

Carney menambahkan bahwa aparat penegak hukum yang tengah menangani kasus ini akan mendapatkan pengawalan penuh dari pemerintah federal.

"Aparat penegak hukum mendapat dukungan penuh dari saya dalam upaya mereka membawa para pelaku ke hadapan hukum," tegasnya.

Di sisi lain, Dewan Nasional Muslim Kanada turut menyoroti maraknya aksi kebencian yang terjadi di wilayah tersebut melalui unggahan di media sosial X.

"Ini merupakan contoh lain dari insiden serupa yang benar-benar terjadi setiap hari di negara ini," kata Dewan Nasional Muslim Kanada dalam pernyataannya.

Lembaga tersebut juga mengingatkan bahwa gelombang kekerasan berbasis kebencian terhadap umat Islam terus menunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan.

"Kekerasan Islamofobia telah mencapai tingkat tertinggi, dan dengan cepat menjadi kenormalan baru di Kanada," imbuh pernyataan tersebut.

Kepolisian Winnipeg saat ini memimpin proses penyelidikan atas dugaan kejahatan kebencian ini, meski belum ada penangkapan maupun identifikasi tersangka. Pihak Rahma Islamic Centre menduga para pelaku merupakan individu yang sama yang sempat meneriakkan hinaan rasis kepada jemaah pada hari yang sama sebelum penembakan terjadi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author