Masa Depan Marcus Rashford di Barcelona Masih Belum Menemui Kejelasan

Share

Kelanjutan karier Marcus Rashford bersama Barcelona saat ini masih diselimuti ketidakpastian. Penyerang Timnas Inggris untuk Piala Dunia 2026 tersebut sebenarnya mencatatkan masa peminjaman yang impresif di klub raksasa Spanyol itu.

Sejak mulai dipinjamkan pada musim panas tahun lalu, pemain lini depan berumur 28 tahun ini berhasil memperlihatkan performa memukau. Rashford mampu mengembalikan sentuhan terbaiknya di lapangan hijau.

Seperti dilansir dari Bola, Rashford tercatat telah turun bertanding dalam 49 laga pada seluruh ajang kompetisi di bawah arahan taktik Hansi Flick. Dirinya sukses membukukan 14 gol serta menyumbangkan 11 assist.

Walau demikian, belum ada tanda-tanda positif dari pihak Blaugrana untuk mempermanenkan statusnya menjelang masa peminjaman berakhir pada akhir Juni ini. Situasi ini membuat masa depan Rashford di Camp Nou dipenuhi tanda tanya, terlebih bursa transfer musim panas akan resmi dibuka pada 18 Juni.

Kondisi tersebut memicu spekulasi yang mengaitkan namanya dengan sejumlah klub. Salah satu rumor yang berembus adalah rencana jajaran manajemen Manchester United untuk memulangkan sang pemain ke Old Trafford.

Rashford secara pribadi memiliki keinginan untuk bertahan lebih lama di Barcelona. Dirinya berharap dapat masuk dalam rencana jangka panjang Hansi Flick guna mengejar gelar juara pada musim kompetisi 2026/2027.

Sembari menunggu penampilannya di Piala Dunia 2026, terdapat deretan tim yang dinilai berpotensi menjadi pelabuhan baru bagi pemain kelahiran 31 Oktober 1997 tersebut.

Liverpool dilaporkan sedang berburu pemain sayap baru, bahkan sempat dikaitkan dengan rumor pemulangan Darwin Nunez ke Anfield. Mengingat gaya permainan menyerang cepat yang diusung Andoni Iraola, Rashford dinilai berpeluang meraih kesuksesan bersama The Reds.

Berbeda dengan Liverpool, Manchester City saat ini sudah memiliki kedalaman skuad yang mumpuni di sektor sayap dengan mengandalkan Jeremy Doku dan Antoine Semenyo sebagai pilihan utama. Kehadiran Rashford di skuad Cityzens dinilai hanya akan menambah deretan opsi pemain bintang yang mereka miliki.

Destinasi lain yang muncul adalah kompetisi MLS di Amerika Serikat. Sejak kepindahan Lionel Messi ke Inter Miami, kompetisi ini tidak lagi sekadar menjadi tempat pensiun bagi para pemain liga top Eropa yang mulai meredup.

Peluang berkarier di Italia juga terbuka melalui AC Milan. Keberadaan dua rekan senegaranya, Fikayo Tomori dan Ruben Loftus-Cheek, diperkirakan bakal mempermudah proses adaptasi Rashford dengan kehidupan di San Siro.

Sementara itu, Chelsea di bawah pemilik baru dikenal sangat agresif dalam mendatangkan pemain sayap baru. Namun, setelah kegagalan transfer nama-nama seperti Alejandro Garnacho dan Mykhailo Mudryk, merekrut Rashford dianggap membawa risiko tersendiri bagi manajemen.

Apabila memilih menyeberang ke Real Madrid yang merupakan rival abadi Barcelona, Rashford akan bereuni dengan Jose Mourinho. Risiko terbesar di ibu kota Spanyol adalah tekanan media yang jauh lebih masif ketimbang di Catalunya jika dirinya gagal memenuhi ekspektasi fans.

Arsenal juga dikabarkan sudah lama memantau situasi Rashford. Momentum ini bisa dimanfaatkan oleh The Gunners seiring menguatnya rumor kepergian Leandro Trossard dari London Utara pada jendela transfer kali ini.

Selain klub-klub Eropa, tim dari Arab Saudi menjadi opsi lain yang dapat dipertimbangkan. Daya tarik finansial yang besar menjadi faktor utama yang bisa menarik minat sang penyerang.

Beralih ke Atletico Madrid, gaya main Rashford yang dinilai kurang klinis dalam memanfaatkan peluang dianggap kurang cocok dengan skema permainan taktis Diego Simeone. Musim lalu, ia mengemas delapan gol dan tujuh assist yang mayoritas berawal dari bangku cadangan.

Pilihan di luar liga top Eropa mengarah pada Fenerbahce di Liga Turki. Bersama mantan tim asuhan Mourinho tersebut, Rashford diprediksi bakal menjadi sosok ikonik yang mendatangkan nilai komersial tinggi.

Juventus yang sedang dalam periode membangun ulang tim bersama AC Milan juga membutuhkan tenaga baru di sektor sayap. Rashford dinilai bisa membentuk kemitraan yang kuat di lini depan bersama Dusan Vlahovic dan Kenan Yildiz.

Klub raksasa Prancis, Paris Saint-Germain, turut menjadi salah satu kandidat potensial. Sepanjang kariernya di Liga Champions, Rashford memiliki rekam jejak bagus dengan mencetak tiga gol dan tiga assist dalam tujuh laga melawan Les Parisiens.

Di Inggris, Newcastle United bisa menjadi opsi menarik jika Anthony Gordon yang direkrut oleh Barcelona hengkang. Perpindahan ini berpotensi menghadirkan rivalitas menarik antara dua penggawa Timnas Inggris tersebut.

Tottenham Hotspur juga akan tampil dengan wajah baru musim depan di bawah komando Roberto De Zerbi. Menjadi figur sentral dalam proyek kebangkitan Spurs dinilai bisa menjadi jalan bagi Rashford untuk memulihkan reputasinya.

Aston Villa sempat dikaitkan setelah mengambil risiko mendatangkan Jadon Sancho yang dinilai gagal total. Meski menghadapi kendala keuangan, peluang bernilai 10/1 menunjukkan situasi ini tetap layak dipantau untuk mendapatkan kesepakatan yang menguntungkan.

Bayern Munchen yang dihuni deretan pemain bintang juga dikaitkan dengan Rashford. Walau kemungkinan besar hanya menjadi pelapis Luis Diaz, kehadirannya dianggap bisa menjadi salah satu cara untuk menjaga kenyamanan Harry Kane di Bavaria.

Terkait Barcelona, pihak klub dikabarkan enggan menebus klausul permanen senilai £30 juta. Kendati demikian, opsi untuk memperpanjang masa peminjaman hingga kontraknya di Manchester United habis pada Juni 2028 dilaporkan masih terbuka.

Pilihan paling realistis bagi Rashford saat ini adalah kembali ke Old Trafford. Baik karena Michael Carrick yang melihat potensinya atau absennya tawaran dari klub lain, peluang Rashford untuk bertahan lama di Manchester United dilaporkan sangat kecil.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author