Maryland Bayar Kapten Kapal Rp 26 Juta demi Berantas Lele Biru Invasif

Share

Departemen Sumber Daya Alam Maryland, Amerika Serikat, menggelar program baru untuk menekan populasi lele biru invasif di Teluk Chesapeake. Pihak pemerintah menawarkan insentif hingga USD 1.500 atau sekitar Rp 26 juta per perjalanan bagi kapten kapal sewaan dan pemandu memancing yang berpartisipasi. Inisiatif ini dirancang untuk menyediakan perjalanan memancing lele biru gratis bagi masyarakat yang dipilih secara acak.

Program tersebut dijadwalkan berlangsung selama musim panas dan musim gugur tahun 2026, sekaligus berfungsi mendukung industri penyewaan kapal pancing lokal di Maryland. Pendaftaran bagi masyarakat yang ingin mengikuti undian perjalanan memancing gratis ini akan dibuka mulai 24 Juni. Kapten dan pemandu kapal yang berminat kini sudah dapat mendaftarkan diri kepada pihak berwenang.

Seperti dikutip dari Detik iNET, para kapten dan pemandu yang terlibat bakal menerima penggantian biaya operasional hingga USD 1.500 per perjalanan. Nominal kompensasi ini bahkan berpotensi melampaui tarif normal penyewaan kapal pada umumnya.

Keberadaan lele biru di sungai Teluk Chesapeake dikategorikan sebagai spesies invasif yang berbahaya. Berdasarkan data Departemen Sumber Daya Alam, predator ini memangsa berbagai spesies asli yang bernilai penting, termasuk kepiting biru, ikan white perch, dan ikan menhaden. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran besar terhadap keseimbangan ekosistem di kawasan perairan tersebut. Oleh karena itu, aktivitas memancing lele biru di Maryland kini tidak diberlakukan batasan jumlah tangkapan sama sekali.

Spesies ini dikenal mampu tumbuh hingga ukuran yang sangat besar. Catatan rekor tangkapan lele biru yang pernah didokumentasikan di Maryland sendiri berhasil mencapai berat sekitar 37 kilogram. Melalui program ini, para pemancing mendapatkan kesempatan unik untuk menikmati tantangan olahraga memancing. Di saat yang sama, mereka juga berkontribusi langsung dalam mengurangi populasi satwa yang merusak lingkungan tersebut.

Proyek percontohan ini menjadi bagian dari strategi menyeluruh pemerintah setempat untuk meminimalkan dampak buruk lele invasif. Langkah tambahan lain yang disiapkan meliputi dukungan bagi turnamen memancing khusus spesies invasif dan pengumpulan data hasil tangkapan. Pihak departemen juga terus menjalin kerja sama dengan mitra industri serta instansi pemerintah terkait guna mempercepat proses pembasmian.

Sejarah mencatat ikan lele biru invasif ini pertama kali diperkenalkan ke sungai-sungai di Teluk Chesapeake wilayah Virginia antara era 1960-an dan 1980-an. Seiring berjalannya waktu, sebaran populasi ikan tersebut terus meluas melalui sistem sungai utama dan mulai mengancam habitat spesies asli. Dampak negatif yang ditimbulkan menyasar sektor lingkungan dan ekonomi, terlebih karena populasi kepiting biru di Maryland mulai mengalami penurunan.

"Ikan lele liar invasif yang ditangkap di alam liar menciptakan ancaman signifikan dan menyebabkan kerusakan ekologis. Saya berharap dapat menghilangkan ancaman yang disebabkan oleh spesies invasif ini untuk selamanya," kata Senator Maryland, Angela Alsobrooks.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author