Penyintas Polio Paru-Paru Besi Martha Lillard Meninggal di Oklahoma
Seorang perempuan asal Amerika Serikat bernama Martha Lillard, yang dikenal sebagai salah satu penyintas polio terakhir dengan ketergantungan pada alat bantu napas mekanis paru-paru besi, meninggal dunia di Oklahoma pada 26 Juni 2026. Berita duka mengenai wafatnya perempuan berusia 78 tahun ini dilansir dari Detik Health.
Lillard didiagnosis menderita polio sejak berusia 5 tahun, yang mengakibatkan tubuhnya mengalami kelumpuhan dari leher ke bawah. Kondisi tersebut memaksanya bergantung pada mesin paru-paru besi sepanjang hidupnya untuk membantu proses pernapasan.
"Dokter dulu mengatakan dia tidak akan hidup melewati usia 20 tahun. Tetapi dia memiliki semangat dan tekad luar biasa untuk terus menjalani hidup dan memaksimalkan setiap kesempatan yang dimilikinya," beber adik Lillard, Cindy McVey, dikutip dari AP.
McVey menjelaskan bahwa kesehatan kakaknya memburuk setelah mengalami dampak long COVID, dengan sertifikat kematian yang mencatat gagal napas kronis serta sindrom pascapolio sebagai penyebab utama. Selama masa kanak-kanak, Lillard hanya dapat bersekolah secara fisik selama dua jam sehari dan melanjutkan sisa pelajarannya bersama guru di rumah, sebelum akhirnya menggunakan sistem interkom telepon saat SMA.
"Menurut saya, semua itu terasa normal," kenang McVey.
Keluarga Lillard selalu mengupayakan agar ia bisa menikmati hidup, termasuk bepergian ke Missouri menggunakan trailer khusus yang memuat mesin pernapasan tersebut. Lillard sempat menjalani terapi yang memulihkan sedikit fungsi lengan kiri dan kedua kakinya, hingga mampu hidup mandiri selama bertahun-tahun serta menikah dengan Baha Salh pada Februari 2026.
"Mereka benar-benar belahan jiwa. Suaminya sangat terpukul," kata McVey.
Kapasitas paru-paru Lillard tercatat berada di bawah 25 persen sebelum ia terinfeksi virus corona sebanyak dua kali selama pandemi COVID-19. Akibat sesak napas yang kian parah, ia terisolasi di dalam rumah selama lima tahun terakhir dan menghabiskan hampir seluruh waktunya di dalam tabung besi dalam dua tahun ke belakang.
Berdasarkan data sejarah, polio menjadi penyakit yang sangat ditakuti di Amerika Serikat karena melumpuhkan ribuan anak setiap tahun, sebelum kampanye vaksinasi nasional yang dimulai pada 1955 berhasil mengeliminasi penularan penyakit ini di AS pada 1979. Di samping perjuangan kesehatannya, Lillard aktif menulis puisi, menciptakan lagu, menjadi relawan penyelamat hewan, dan menulis obituarinya sendiri.
"Tapi sekarang, karena dia adalah yang terakhir, kami tidak perlu mencarinya lagi," tutur McVey sambil menahan tangis.
Pernyataan penutup dari McVey tersebut merujuk pada berakhirnya upaya pencarian teknisi langka yang selama beberapa tahun terakhir dicari pihak keluarga untuk memperbaiki mesin paru-paru besi milik Lillard.