Mantan Pejabat FEMA Gugat Tudingan Pemecatan Sepihak
Mantan Kepala Keuangan Federal Emergency Management Agency (FEMA) Mary Comans mengajukan pernyataan hukum baru untuk memulihkan nama baiknya setelah dipecat akibat tuding pencairan dana imigran di New York City, sebagaimana dilansir dari Detik iNET.
Pengadilan Distrik AS yang dipimpin Hakim Michael S. Nachmanoff sebelumnya memutuskan bahwa pemerintahan Donald Trump memecat Comans secara tidak sah pada Februari 2025. Putusan tersebut memberikan hak sidang pemulihan nama baik kepada Comans setelah data pribadinya disebarkan di media sosial.
Perselisihan ini bermula ketika pimpinan Department of Government Efficiency (DOGE), Elon Musk, menuduh FEMA mengalirkan dana hibah sebesar USD 59 juta ke hotel-hotel penampungan imigran di New York City secara ilegal. Musk menyebarkan nama dan foto Comans di platform X sembari menudingnya melakukan tindakan kriminal.
Kuasa hukum Comans menegaskan kliennya tidak memiliki kewenangan dalam menyetujui pembayaran tersebut. Sebaliknya, persetujuan disalurkan oleh kantor hibah FEMA setelah koordinasi dengan pejabat DOGE terkait kelanjutan dana shelter untuk pemerintah daerah.
Dalam dokumen penyerahan ke pengadilan, Comans mengungkapkan bahwa staf DOGE Brad Smith sempat mengonfirmasi kebijakan penghentian dana untuk organisasi nirlaba, namun mengizinkan penyaluran dana ke pemerintah negara bagian.
"Itu jawaban yang tepat," ujar Perwakilan Department of Government Efficiency (DOGE), Brad Smith.
Meskipun Smith sempat menyetujui langkah tersebut, pejabat DOGE lain menandai transaksi New York sebagai pelanggaran arahan presiden. Comans justru ditugaskan menarik kembali dana sebesar USD 80 juta dari bank dan Departemen Keuangan.
Setelah berhasil mengembalikan dana tersebut dan mendapat apresiasi dari pelaksana tugas administrator FEMA, Comans mendadak dipecat pada 11 Februari 2025 dengan instruksi meninggalkan gedung dalam waktu 15 menit. Department of Homeland Security secara terbuka menuduhnya melangkahi pimpinan untuk membayar hotel imigran.