Mantan Direktur Pokemon Digugat Terkait Kamera Tersembunyi di Toilet

Share

Gugatan hukum membayangi Pokemon Company International setelah mantan karyawan berinisial Jane Doe melayangkan tuntutan resmi. Langkah hukum ini membidik kekecewaan atas sistem keamanan di lingkungan kerja yang berlokasi di Bellevue, Washington.

Gugatan tersebut dilayangkan untuk mewakili para korban yang pernah menggunakan fasilitas toilet perusahaan sejak 2017 hingga 25 Juli 2026. Seperti dikutip dari Gamebrott, tuntutan mengarahkan tuduhan pada mantan Director Engineering perusahaan, Ben Tsai.

Aksi rekam diam-diam ini mulai terungkap usai seorang manajer menemukan kamera kecil tersembunyi di bawah wastafel toilet gerai Starbucks kawasan Kirkland pada Oktober 2025. Perangkat tersebut dipasang mengarah langsung ke area toilet.

Petugas kepolisian kemudian melacak pemilik kamera lewat rekaman CCTV serta jejak transaksi kartu kredit. Tsai diketahui membeli perangkat pengintai itu seharga 7,89 Dolar Amerika atau sekitar Rp140 ribu.

Berdasarkan laporan The Seattle Times, Tsai mengaku kepada polisi telah merekam wanita dan anak-anak secara tersembunyi lebih dari lima puluh kali sejak 2017. Ia memasang kamera di area kerja, dua gerai Starbucks, hingga kediamannya.

Alasan Tsai melakukan tindakan tersebut didasari rasa penasaran terhadap privasi orang yang direkam. Motif ini muncul karena terdapat karyawan transgender yang bekerja di Pokemon Company International.

Pemeriksaan forensik pada perangkat Tsai menemukan 89 video yang diduga diambil dari toilet kantor. File tersebut tersimpan rapi dalam folder berlabel Pokémon 29 dan Pokémon 27. Empat korban dalam video mengonfirmasi rekaman dibuat tanpa sepengetahuan mereka.

Ancaman Hukuman dan Tanggapan Perusahaan

Penangkapan terhadap Tsai dilakukan pada bulan Juli lalu. Mantan pejabat eksekutif ini didakwa atas tuduhan penyimpangan seksual atau voyeurism, ditambah tiga dakwaan terkait pelecehan anak.

Melalui pengacaranya, Bradley G. Barshis dari Law360, Tsai mengajukan pembelaan tidak bersalah. Pihaknya menyatakan bakal mengikuti seluruh alur proses persidangan yang dijadwalkan oleh pengadilan.

Pihak Pokemon Company International menyampaikan kepada TMZ bahwa fokus utama perusahaan saat ini berada pada kesejahteraan karyawan. Perusahaan memilih tidak memberikan komentar lebih dalam karena proses hukum masih berjalan.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: Hukum Kasus Kriminal Pokémon
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author