Mendongeng Sebelum Tidur Tingkatkan Kedekatan Orang Tua dan Anak sejak Dini
Kebiasaan membacakan dongeng sebelum tidur bagi buah hati ternyata menyimpan beragam manfaat krusial. Aktivitas sederhana ini terbukti efektif dalam mendukung proses tumbuh kembang anak sejak usia dini.
Aktivitas bercerita yang dilakukan oleh orang tua bukan sekadar sarana hiburan. Kegiatan ini dilansir dari HaiBunda dapat mempererat ikatan emosional, sehingga anak merasa aman, nyaman, dan lebih terbuka.
Selain itu, cerita dongeng menjadi instrumen efektif untuk memperkenalkan nilai-nilai kehidupan. Melalui narasi tersebut, anak dapat belajar mengenalkan karakter, memahami emosi, dan menyerap berbagai pesan positif.
Rumah merupakan lingkungan pertama bagi anak untuk belajar dan mendapatkan limpahan kasih sayang. Oleh karena itu, orang tua memegang peran krusial sebagai narator pertama bagi buah hati mereka.
"Rumah adalah pendidikan pertama anak. Rumah adalah tempat pertama anak merasakan cinta kasih. Jadi kalau ibu adalah guru utama anak, maka orang tua menjadi pendongeng yang penting buat anak," ujar Rona Mentari selaku pendongeng sekaligus Juri Gala Cerita Rakyat Indonesia 2026 dalam acara Jumpa Pers Puncak Apresiasi Karya Gala Cerita Rakyat Indonesia 2026, Rabu (24/6/2026).
Rona Mentari turut memaparkan beberapa kegunaan utama dari aktivitas membacakan dongeng kepada anak sejak usia dini.
1. Mempererat Bonding Antara Orang Tua dan Anak
Manfaat utama yang langsung terasa adalah terbangunnya hubungan kedekatan yang erat tanpa jarak antara orang tua dan anak.
"Pertama tentu ada kedekatan, ada bonding yang tidak berjarak," ujar Rona.
Kedekatan emosional yang kuat membuat anak tidak ragu untuk bersuara ketika menghadapi masalah. Pola hubungan ini memudahkan orang tua dalam membimbing anak menemukan jalan keluar yang baik.
"Kalau orang tua sudah dekat sama anak, maka anak akan senang juga cerita sama orang tuanya. Jadi kalau mereka ada masalah, mereka akan datang ke orang tua untuk cari solusinya," ungkapnya.
2. Menstimulasi Perkembangan Otak dengan Baik
Pertumbuhan otak anak memerlukan stimulasi yang konsisten. Kebutuhan tersebut tidak hanya dipenuhi melalui asupan nutrisi fisik, melainkan juga lewat pengetahuan dari jalinan cerita.
"Ternyata kan otak itu punya makanan. Makanannya tidak cuma nutrisi dari makanan fisik, tapi juga ilmu dari cerita-cerita itu," tutur Rona.
3. Membentuk Karakter dan Nilai Positif
Pesan moral yang terkandung dalam cerita dongeng akan diserap oleh anak sejak dini. Nilai-nilai kebajikan tersebut perlahan bakal melekat dan membentuk kepribadian mereka hingga dewasa.
"Jadi, akan membangun karakter mereka, akan menjadi nilai yang tumbuh dalam diri mereka. Karena disampaikan sejak anak-anak usia dini," ujar Rona.
Tips Sederhana Memulai Mendongeng di Rumah
Bagi orang tua yang merasa kurang percaya diri, tidak perlu cemas untuk memulai. Anak-anak pada dasarnya tidak menuntut orang tua mereka tampil memukau layaknya seorang pendongeng profesional.
Kunci utama terletak pada kesediaan waktu dan ketulusan untuk bercerita. Kisah-kisah sederhana seperti pengalaman masa kecil orang tua dapat menjadi alternatif materi yang menarik.
"Anak hanya ingin mendengar suara indah orang tuanya sebelum tidur. Orang tua adalah pendongeng terbaik untuk anak. Tidak perlu seperti pendongeng profesional. Bahkan menceritakan masa kecil orang tua juga bisa jadi awal yang baik untuk aktivitas bercerita," jelas Rona.
Konsistensi dalam meluangkan waktu bersama menjadi langkah awal yang bermakna besar. Rutinitas ini tidak hanya mempererat hubungan emosional, tetapi juga mengoptimalkan pembentukan karakter anak sejak usia dini.