Kabinet Malaysia Setujui Sistem Kerja Hibrida Bagi Pegawai Negeri

Share

Kabinet Malaysia secara resmi menyetujui penerapan hari kerja hibrida sebagai norma baru bagi para pegawai negeri sipil yang akan dimulai pada 1 Agustus mendatang. Kebijakan ini dilansir dari Detikcom, Rabu (1/7/2026), berdasarkan pengumuman resmi dari Departemen Pelayanan Publik negara tersebut.

Melalui pengaturan baru ini, pegawai negeri sipil di Malaysia diperbolehkan untuk menjalankan tugas dari rumah atau lokasi lain yang disetujui selama dua hari dalam seminggu. Sementara itu, tiga hari sisanya tetap dialokasikan untuk bekerja di kantor dengan pengawasan ketat kepala departemen.

Pemerintah Malaysia menekankan bahwa fleksibilitas ini harus tetap memperhatikan kebutuhan layanan serta pedoman operasional dari masing-masing departemen. Selain itu, terkait aturan teknis kehadiran pegawai di kantor, pemerintah pusat menyerahkan regulasi tersebut kepada aturan masing-masing negara bagian.

Sementara itu, mantan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett mengkritik kepemimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam wawancara dengan penyiar Mario Nawafal pada Selasa (30/6). Bennett menilai Netanyahu terlalu dikendalikan oleh menteri-menteri garis keras beraliran sayap kanan seperti Itamar Ben-Gvir dan Bezalel Smotrich.

"tidak mampu memimpin pemerintahannya sendiri" kritik Naftali Bennett, Mantan Perdana Menteri Israel.

Di sisi lain, mantan kepala staf umum militer Israel Gadi Eisenkot juga telah resmi memulai kampanye untuk menggantikan pemerintahan Netanyahu pada Selasa (30/6). Eisenkot berjanji akan menjadi pemimpin yang menyatukan masyarakat dan mengakhiri kekacauan politik di negara tersebut.

"Oktober mendatang, pemerintahan Oktober yang mengerikan akan berakhir," kata Gadi Eisenkot, Mantan Petinggi Militer Israel.

Eisenkot menambahkan bahwa momentum pemilihan mendatang akan menjadi titik balik yang krusial bagi masa depan negaranya.

"Kita akan membuka babak baru dan jauh lebih baik dalam sejarah Israel. Kita akan menulisnya bersama," imbuh Gadi Eisenkot, Mantan Petinggi Militer Israel.

Beralih ke kawasan Timur Tengah lainnya, Iran saat ini tengah mempersiapkan upacara pemakaman besar untuk mendiang pemimpin tertinggi mereka, Ayatollah Ali Khamenei. Prosesi yang sempat tertunda akibat konflik regional ini akan dilaksanakan di kompleks Grand Mosalla, Teheran, memanfaatkan momentum gencatan senjata dengan Amerika Serikat.

Dari perkembangan ekonomi, Presiden Amerika Serikat Donald Trump melaporkan lonjakan pendapatan tambahan lebih dari US$ 1,4 miliar atau setara Rp 25 triliun dalam setahun terakhir. Berdasarkan laporan keuangan tahun 2025 yang diserahkan ke Kantor Etika Pemerintah AS, total kekayaan Trump kini melonjak mencapai US$ 6,5 miliar atau setara Rp 116,7 triliun berkat keuntungan bisnis kripto keluarganya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author