Malaysia Perpanjang Pasokan Energi Akibat Kenaikan Biaya Bahan Bakar

Share

Pemerintah Malaysia tengah berupaya memperpanjang pasokan energi nasional hingga Desember 2026 demi mengatasi lonjakan biaya bahan bakar akibat gangguan global. Langkah strategis ini diambil guna memperkuat cadangan energi dalam negeri di tengah tekanan rantai pasok dunia.

Kondisi ketahanan energi negara jiran tersebut saat ini dilaporkan hanya aman untuk memenuhi kebutuhan domestik hingga Juli mendatang, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz yang mengutip kantor berita Bernama pada Jumat (22/5/2026).

Guna mengatasi potensi kelangkaan, Petroliam Nasional Bhd selaku perusahaan minyak dan gas milik negara sedang berupaya mencari tambahan pasokan bahan bakar dari luar negeri. Salah satu wilayah yang menjadi target impor tambahan tersebut adalah Afrika.

Tekanan dari krisis energi global ini tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga mulai merembet ke sektor logistik, manufaktur, dan layanan kesehatan karena kelangkaan bahan baku industri.

Lonjakan harga minyak dunia ini juga berimplikasi langsung pada anggaran pendapatan dan belanja negara. Malaysia tercatat telah menggelontorkan dana sekitar 7 miliar ringgit atau setara 1,8 miliar dolar AS untuk subsidi bahan bakar hingga April.

Anggaran yang dihabiskan tersebut melonjak hingga 10 kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan periode sebelum terjadinya konflik global. Pembengkakan anggaran subsidi ini memicu tekanan fiskal yang semakin berat bagi keuangan pemerintah Malaysia.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author