Malaysia Siapkan Langkah Hukum ke ICJ Terkait Aktivis Flotilla
Pemerintah Malaysia bersiap mengambil langkah hukum terhadap Israel ke Mahkamah Internasional (ICJ) menyusul dugaan penahanan, penculikan, dan penyiksaan terhadap aktivis kemanusiaan Global Sumud Flotilla asal Malaysia pada pekan lalu, seperti dilansir dari Detikcom melalui laporan Malay Mail dan Anadolu Agency, Senin (25/5/2026).
Proses hukum tersebut akan segera dimulai setelah tim pengacara menyelesaikan pengumpulan seluruh informasi serta bukti pendukung. Penahanan oleh pasukan Israel terjadi di perairan internasional saat armada yang membawa lebih dari 400 aktivis internasional dari puluhan kapal tersebut berusaha menerobos blokade untuk menyalurkan bantuan ke Jalur Gaza.
Kepala Menteri negara bagian Selangor, Amirudin Shari, menegaskan keseriusan pemerintah dalam menangani insiden brutal ini saat menghadiri seremoni penyambutan warga negara Malaysia yang menjadi aktivis Global Sumud Flotilla 2.0 di Bandara Internasional Kuala Lumpur.
"Kami tidak akan tinggal diam, kami tidak akan berhenti," tegas Amirudin, saat berbicara dalam seremoni penyambutan warga negara Malaysia yang menjadi aktivis Global Sumud Flotilla 2.0 di Bandara Internasional Kuala Lumpur.
Penyusunan dokumentasi hukum kini tengah berjalan ketat karena para aktivis dilaporkan mengalami pelanggaran hukum internasional yang berulang selama masa penahanan.
"Sementara tim hukum mengumpulkan semua dokumentasi tentang pelanggaran hukum internasional, mereka (aktivis flotilla-red) diculik lebih dari satu kali, mereka disiksa," ucapnya.
Upaya penuntutan ke pengadilan internasional ini juga akan dibarengi dengan mobilisasi dukungan domestik serta kampanye internasional yang masif.
"Kami akan membawa ini ke pengadilan internasional, kami akan melanjutkan tekanan diplomatik, dan kami juga akan melakukan perjalanan ke seluruh Malaysia," ujar Amirudin dalam pernyataannya.
Langkah hukum ini diambil sebagai respons atas rentetan tindakan kekerasan oleh pasukan Israel terhadap para aktivis, khususnya yang berkewarganegaraan Malaysia. Penegasan komitmen terhadap perjuangan Palestina dipastikan tetap berjalan melalui rencana penyelenggaraan konferensi internasional di Malaysia serta persiapan pengiriman misi Global Sumud Flotilla 3.0 di masa mendatang.