by

Makin Deras Menyerang Jakarta dan Jabar

Kasus baru Covid-19 di Indonesia Jumat (29/10) pukul 07.00 WIB bertambah 3.564 sehingga secara kumulatif jumlah pasien positif corona dalam negeri mencapai 404.408 orang.

Penambahan pasien positif hari ini, tertinggi masih berada di DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, kasus harian corona di DKI Jakarta hari ini bertambah 713 kasus, diikuti Jawa Barat 459 kasus dan Jawa Tengah 368 kasus.

Meski begitu, Jakarta dan Jawa Barat juga mencatat kasus kesembuhan terbanyak masing-masing 1.078 pasien dan 492 pasien. Kemenkes melaporkan angka kesembuhan hari ini sebanyak 3.985 pasien, sehingga secara keseluruhan mencapai 329.778 kasus sembuh.

Penambahan kasus di bawah 10 terdapat di sepuluh provinsi, seperti Bangka Belitung, Bengkulu, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan dan sebagainya. Wabah Covid-19 telah menjangkit di 500 kabupaten/kota di 34 provinsi.

Baca Juga  Pelaksanaan RA Perlu Pelibatan Lintas Sektor dan Lebih Terfokus

Sedangkan kasus kematian pasien hari ini bertambah sebanyak 89 orang, lebih rendah dibandingkan Rabu (28/10) kemarin yang mencapai 100 kasus. Total, hingga saat ini ada sebanyak 13.701 kasus kematian di Indonesia.

Jawa Timur, DKI Jakarta dan Sulawesi Selatan merupakan wilayah dengan kasus kematian tertinggi dengan jumlah masing-masing 16, 14 dan 10 kasus.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito sebelumnya mengatakan, pemerintah akan fokus menekan angka kematian di sejumlah provinsi dengan angka kematian tiggi.

Caranya, dengan meningkatkan kualitas pelayanan perawatan Covid-19 di rumah sakit, perbanyak rumah sakit darurat jika diperlukan. ”Koordinasi dengan pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan dan Satuan Tugas apabila memerlukan bantuan,” katanya.

Baca Juga  Hasil Survei Terbaru, Zaiful-Sudibyo Unggul 32,75 Persen

Dia pun meminta pemerintah daerah harus tetap berupaya meningkatkan testing, tracing dan treatment (3T). Pemda juga diminta proaktif jika memerlukan bantuan dengan pemerintah pusat berupa kebutuhan penanganan seperti reagen, obat-obatan, insentif relawan dan sebagainya.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk terus mematuhi protokol kesehatan #Gerakan3M. Seperti menggunakan masker ketika keluar rumah. Masker harus digunakan dengan benar, menutupi hidung, mulut, hingga dagu.

Selanjutnya, selalu menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Pasalnya, berada di kerumunan bisa meningkatkan risiko penularan Covid-19. Terakhir, selalu cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer.

Baca Juga  Pemerintah Buru Aktor di Belakang Aksi

Gerakkan 3M dinilai bisa menjadi salah satu senjata ampuh memutus rantai Covid-19. Mencuci tangan dengan sabun disebut mampu mengurangi potensi penularan virus hingga 35%.

Dengan menggunakan masker kain tiga lapis, risiko terpapar virus diperkirakan turun sampai 45% dan masker medis efektif mengurangi risiko terpapar hingga 70%.

Adapun menjaga jarak mampu mengurangi risiko hingga 85%. “Bila semua dikombinasikan, maka potensi penularan diharapkan bisa ditekan hingga 99,99%,” kata Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19, Dewi Nur Aisyah dalam talkshow virtual, Kamis (29/10). (oke/sep)

Baca Juga