5 Makanan Tradisional yang Kerap Dinikmati Saat Hari Raya Waisak
Published
·
3 Reads
Perayaan Hari Raya Waisak yang menjadi momen refleksi diri bagi umat Buddha juga identik dengan berbagai suguhan kuliner tradisional yang khas. Di Indonesia, terdapat berbagai hidangan dari berbagai daerah yang kerap disajikan untuk menyemarakkan hari besar ini. Berikut adalah 5 makanan tradisional yang kerap dinikmati saat hari Waisak:
- Nasi Gemuk — Kuliner khas Jambi ini terbuat dari beras putih, santan, daun pandan, daun jeruk, dan daun salam yang disajikan lengkap dengan lauk telur rebus, teri, bawang goreng, kacang tanah goreng, serta sambal.
- Sambal Tempoyak — Hidangan vegetarian dari etnis Melayu di Sumatera dan Kalimantan ini dibuat dari fermentasi buah durian yang dicampur kuah pedas cabai dan tomat segar, selaras dengan prinsip Ahimsa umat Buddha.
- Nasi Lesah — Kuliner tradisional di sekitar Candi Borobudur ini berupa nasi yang direndam kuah soto kental berwarna kuning dengan campuran santan yang memberikan cita rasa gurih segar.
- Mangut Beong — Kuliner khas Magelang di dekat Candi Borobudur ini berupa olahan ikan tawar yang dimasak gulai dengan kuah gurih dan cenderung pedas sehingga sangat disukai masyarakat.
- Kue Burgo — Kuliner asal Jambi ini memiliki cita rasa gurih yang mirip dengan otak-otak gulung, lalu disajikan bersama kuah kuning dan kondimen pelengkap seperti telur rebus serta sayuran.
Follow publika.id on Google News
Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author