5 Makanan yang Sebaiknya Tidak Disimpan dalam Wadah Plastik

Share

Penggunaan wadah berbahan plastik kerap dijadikan sarana utama untuk menata bahan pangan di dapur. Kendati praktis, material ini justru berpotensi memicu perkembangan mikroorganisme merugikan pada beberapa jenis konsumsi.

Ahli keamanan pangan Brad Lampe, MPH memaparkan bahwa tempat penyimpanan berunsur plastik mampu mengunci suhu tinggi sekaligus kelembaban. Situasi tersebut membentuk ekosistem yang mendukung perkembangbiakan mikroba secara cepat, seperti dilansir dari Detik Food.

Pengalihan ke kemasan kaca, wadah berlubang, maupun pembungkus asli sangat disarankan guna meminimalkan risiko kontaminasi zat kimia mikroplastik dan menjaga kesegaran bahan secara optimal.

Beberapa kelompok konsumsi harian membutuhkan teknik penyimpanan khusus agar kualitas serta keamanannya tetap terjaga dari paparan kuman.

Daging dan Ayam Mentah

Cairan alami yang keluar dari daging sapi, kambing, maupun unggas mentah dapat meningkatkan kadar kelembaban di ruang tertutup. Menurut Brad Lampe, kondisi lembab ini mempercepat munculnya patogen berbahaya.

"Daging mentah mengeluarkan cairan alami yang menjadi tempat berkembang biak bakteri berbahaya ketika disimpan dalam wadah plastik," ujarnya.

Sebagai langkah pencegahan, tempatkan bahan ini dalam wadah kaca kedap atau kertas khusus. Posisikan di rak kulkas paling bawah untuk menghindari penetasan cairan ke bahan lain.

Produk Susu Segar

Keju bertekstur lembut serta olahan susu lainnya sangat peka terhadap perubahan lingkungan simpan. Kemasan plastik kedap kerap menahan uap air yang memicu tumbuhnya jamur pembusuk.

Lampe menganjurkan agar produk susu tetap dibiarkan pada kemasan aslinya. Opsi lain adalah memindahkannya ke tempat yang memfasilitasi sirkulasi udara secara memadai.

Buah Penghasil Gas Etilen

Apel, pisang, dan tomat memproduksi gas etilen selama proses pematangan. Jika terkurung dalam plastik kedap udara, konsentrasi gas akan melonjak dan membuat tekstur buah cepat lembek.

Penyimpanan buah-buahan tersebut sebaiknya memanfaatkan keranjang terbuka atau wadah berlubang. Pisahkan pula pisang dari komoditas lain agar tidak mempercepat pembusukan di sekitarnya.

Sayuran Hijau dan Rempah Segar

Daun selada serta rempah segar mudah layu dan berlendir apabila terpapar kelembaban berlebih di dalam tempat plastik. Lingkungan basah ini bahkan berpotensi memicu pertumbuhan strain E. coli.

Untuk menjaga kesegaran rempah, bungkuslah menggunakan tisu dapur agak lembab sebelum dimasukkan ke wadah terbuka. Sementara itu, sayuran hijau lebih aman disimpan dalam kantong berpori.

Makanan Sisa yang Masih Panas

Sisa olahan hangat yang langsung dimasukkan ke wadah rapat akan menghasilkan kondensasi uap. Fenomena ini menaikkan suhu internal ke 'zona bahaya' pada rentang 4,4-60 derajat Celsius (°C), tempat bakteri berkembang pesat.

Selain risiko kuman, paparan suhu panas pada plastik berpotensi melepaskan senyawa kimia seperti BPA, ftalat, PFAS, hingga mikroplastik ke dalam makanan. Dinginkan masakan terlebih dahulu sebelum dipindahkan ke tempat kaca.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author