Mahasiswa UGM Kendalikan Penyakit Embun Tepung Melon Pakai Sinar UVB

Share

Inovasi berbasis sains terus dikembangkan untuk menjawab tantangan pertanian modern, khususnya dalam mengatasi penyakit tanaman yang sulit dikendalikan. Langkah ini diambil oleh seorang mahasiswa magister Universitas Gadjah Mada (UGM) yang meneliti solusi alternatif ramah lingkungan bagi para petani melon.

Putri Nabila Naziroh, lulusan Program Studi Magister Fitopatologi Fakultas Pertanian, meraih IPK sempurna 4.00 melalui penelitiannya mengenai pengendalian penyakit embun tepung (powdery mildew) pada melon. Riset tersebut memanfaatkan sinar ultraviolet B (UVB) untuk mengatasi penyakit akibat jamur Podosphaera xanthii yang kerap memicu gagal panen.

Seperti dilansir dari Detikcom, Putri mengeksplorasi penggunaan UVB sebagai metode pengendalian yang lebih aman guna meminimalkan ketergantungan pada pestisida kimia. Pendekatan ini dinilai potensial karena sumber UVB sebenarnya tersedia secara alami melalui pancaran sinar matahari.

"Alasan saya memilih topik ini karena sangat menarik untuk dibahas. Kemudian, UVB sendiri berasal dari cahaya yang sebenarnya sudah kita dapatkan secara alami dari matahari," ujarnya, dikutip dari laman resmi UGM.

Meskipun penelitian ini masih berada pada tahap awal, hasilnya membuka peluang baru dalam praktik pertanian berkelanjutan. Pengembangan metode ini lebih lanjut diharapkan dapat membantu petani menekan dampak lingkungan sekaligus menjaga produktivitas tanaman melon.

Capaian akademik yang tinggi tersebut diraih melalui perjalanan yang tidak mudah dan penuh tantangan. Putri mengakui bahwa dirinya sempat menghadapi banyak kegagalan selama riset, mengingat metode yang diterapkan tergolong baru dan belum dikuasai sebelumnya.

Keberhasilan menyelesaikan studi ini tidak lepas dari dukungan dosen pembimbing serta lingkungan sekitar yang membantunya bertahan. Bagi Putri, proses belajar selama penelitian merupakan bagian paling berharga dibandingkan dengan hasil akhir berupa angka IPK.

"Yang terpenting bukan sekadar IPK, tapi bagaimana ilmu yang kita dapatkan bisa bermanfaat bagi orang lain dan lingkungan sekitar," katanya.

Ia juga membagikan pesan kepada sesama mahasiswa agar tetap konsisten serta menikmati setiap tahapan dalam perkuliahan.

"Segala sesuatu yang kita mulai pasti akan selesai, jadi jalani pelan-pelan dan nikmati prosesnya," tutupnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: Inovasi Sains melon Pertanian UGM
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author