Mahasiswa KKN Unhas Gelar Edukasi Lingkungan di Empat Daerah Sulawesi Selatan

Share

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) menyelenggarakan rangkaian program edukasi dan aksi pelestarian lingkungan di Kabupaten Sidrap, Kabupaten Luwu Timur, Kabupaten Bantaeng, dan Kota Parepare pada akhir Juli hingga awal Agustus 2026.

Program yang diusung para mahasiswa menyasar siswa sekolah dasar, madrasah, hingga warga setempat guna menumbuhkan kesadaran pengelolaan sampah serta mitigasi perubahan iklim sejak dini.

Di Kota Parepare, Mahasiswa KKN Tematik Gelombang 116 Unhas melaksanakan edukasi bertajuk Belanja Bijak, Bumi Sehat di MA Al-Mustaqim, Kelurahan Galung Maloang, Kecamatan Bacukiki, pada Kamis (31/7/2026).

Kegiatan ini mengajak para siswa memahami dampak kebiasaan konsumsi harian terhadap emisi karbon dan timbulan sampah plastik.

"Kami berharap siswa memahami bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana saat berbelanja. Keputusan kecil yang dilakukan setiap hari akan memberikan dampak positif bagi keberlanjutan lingkungan di masa depan," ujar penanggung jawab program KKN Tematik Unhas.

Pihak sekolah menyambut positif inisiatif tersebut karena dinilai mampu membimbing kebiasaan positif para siswa.

"Materi ini sangat bermanfaat karena mengajarkan siswa untuk lebih bijak dalam berbelanja sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. Semoga kebiasaan baik ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," ujar salah satu guru MA Al-Mustaqim.

Sementara itu, di SD Negeri 1 Tanru Tedong, Kabupaten Sidrap, mahasiswa KKN Gelombang 116 bernama Fauziah menggelar program CAPCRAFT pada Selasa (28/7/2026) di bawah bimbingan Dosen Pendamping Lapangan Purwanto.

Program ini melatih para murid mengolah limbah tutup botol plastik menjadi karya kerajinan tangan berupa gantungan kunci.

"Alhamdulillah, kegiatan semacam ini patut kita support supaya anak-anak didik kami memiliki wawasan luas terhadap pengelolaan sampah. Saya juga berterima kasih atas ilmu yang diimbaskan di luar jam akademik. Melalui pembelajaran ekstrakurikuler ini, motivasi anak-anak untuk mengelola sampah dapat berkembang dengan baik," ujar Tajuddin, Guru SD Negeri 1 Tanru Tedong.

Tajuddin menekankan pentingnya keberlanjutan program pengolahan limbah semacam ini di lingkungan pendidikan.

"Saya sangat salut dengan kegiatan adik-adik mahasiswa KKN yang telah menyumbangkan tenaga dan pikirannya untuk mengajari anak-anak memanfaatkan sampah berserakan menjadi sesuatu yang bernilai tambah. Saya berharap kegiatan positif seperti ini dapat terus berlanjut," ungkap Tajuddin.

Di Kelurahan Kanyuara, Kecamatan Watang Sidenreng, Sidrap, mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Unhas bernama Anisa Riyanti memperkenalkan program BIJAK melalui penyuluhan pada Jumat (31/7/2026) dan demonstrasi pembuatan Lubang Resapan Biopori (LRB) pada Sabtu (1/8/2026).

Sebanyak 15 warga menghadiri sosialisasi di Aula Kantor Lurah Kanyuara untuk mempraktikkan pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi kompos.

"Kami berharap masyarakat tidak hanya memahami pentingnya memilah sampah, tetapi juga terdorong memanfaatkan lubang resapan biopori sebagai solusi sederhana untuk mengurangi sampah organik dan menjaga lingkungan tetap bersih. Langkah kecil yang dilakukan di rumah dapat memberikan manfaat besar bagi lingkungan apabila dilakukan secara bersama-sama," ujar Anisa Riyanti.

Di Luwu Timur, mahasiswa KKN-T Inovasi Desa Unhas menginisiasi gerakan GERAK BUMI di SDN 238 Mallaulu, Desa Mallaulu, Kecamatan Malili, dengan melibatkan 28 siswa SD melalui permainan interaktif serta penyerahan modul panduan lingkungan bagi sekolah.

Selain itu, mahasiswa KKN Gelombang 116 Unhas juga menggelar sosialisasi pemilahan sampah organik dan anorganik serta pembuatan tempat sampah terpilah di SD 16 Desa Lonrong, Kecamatan Eremerasa, Kabupaten Bantaeng.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author