Luis Enrique Bawa PSG Pertahankan Gelar Juara Liga Champions
Paris Saint-Germain sukses mempertahankan gelar juara Liga Champions setelah menumbangkan Arsenal lewat adu penalti di Stadion Puskas Arena, Budapest, Hungaria, pada Sabtu (30/5) malam waktu setempat. Keberhasilan ini sekaligus mengukuhkan dominasi taktik pelatih Luis Enrique yang berhasil membawa Les Parisiens meraih trofi elite Eropa tersebut dalam dua musim berturut-turut.
Pertandingan final ini harus ditentukan melalui drama adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit. Arsenal sempat unggul lebih dulu melalui gol cepat Kai Havertz di awal babak pertama, sebelum akhirnya Ousmane Dembele menyamakan kedudukan untuk PSG melalui eksekusi penalti pada babak kedua.
Dilansir dari Antaranews, statistik UEFA menunjukkan dominasi mutlak PSG yang memegang 65 persen penguasaan bola dan melepaskan 21 percobaan dengan empat tembakan tepat sasaran. Sebaliknya, Arsenal tampil solid bertahan dengan hanya menguasai 25 persen aliran bola dan menciptakan delapan peluang di sepanjang laga.
Kemenangan PSG dipastikan setelah sepakan penalti penentu dari bek Arsenal, Gabriel Magalhaes, melambung di atas mistar gawang. Hasil ini sekaligus memutus rekor tak terkalahkan Arsenal di Liga Champions musim ini dan menggagalkan ambisi tim asuhan Mikel Arteta untuk meraih gelar pertama mereka di ajang ini.
Meskipun demikian, jalannya pertandingan tidak lepas dari sejumlah keputusan kontroversial yang diambil oleh wasit asal Jerman, Daniel Siebert. Dilansir dari CNN Indonesia, terdapat tiga momen krusial yang mengundang perdebatan sengit di lapangan, termasuk klaim penalti PSG atas pelanggaran handsball Bukayo Saka yang diabaikan oleh wasit.
Kontroversi kedua terjadi saat Cristhian Mosquera melanggar Khvicha Kvaratskhelia yang berujung gol penalti Dembele, di mana wasit tidak memberikan kartu kuning kedua kepada Mosquera. Selanjutnya, protes keras juga dilayangkan pihak Arsenal setelah Noni Madueke jatuh di kotak penalti setelah beradu badan dengan Nuno Mendes pada babak tambahan.
Sukses besar ini menjadi bukti nyata dari hasil reformasi internal yang diterapkan oleh Luis Enrique sejak menangani klub pada Juli 2023. Mantan pelatih Barcelona tersebut dinilai berhasil mengubah PSG dari tim yang dipenuhi ego bintang individu menjadi sebuah kesatuan tim yang solid dan padu.
"Ada sistem pengamanan yang sangat kuat dan sangat solid untuk membatasi kekerasan," kata Laurent Nuñez, Menteri Dalam Negeri Prancis.
Sistem pengamanan ketat ini diterapkan setelah perayaan kemenangan di Paris sempat diwarnai kericuhan singkat yang menyebabkan lebih dari 130 orang ditangkap oleh kepolisian setempat hingga pukul 23.00 waktu setempat. Aparat kepolisian bergerak cepat mengantisipasi gangguan demi menghindari terulangnya insiden fatal pada musim lalu.
"Tanggung jawab kami adalah menjamin semua orang dapat merayakan secara meriah, tenang, dan aman sepenuhnya," ujar juru bicara kepolisian.
Dilansir dari Sport Detik, sekitar 22.000 personel kepolisian dikerahkan di seluruh negeri, termasuk 8.000 personel di ibu kota Paris, tempat 20.000 suporter berkumpul di kawasan Champs-Élysées. Meski terjadi kerusakan pada enam kendaraan dan dua bangunan toko akibat bentrokan, situasi secara umum di Paris dilaporkan tetap terkendali.