Luigi Mangione Mengaku Bersalah atas Kasus Penembakan CEO UnitedHealthcare
Terdakwa Luigi Mangione secara resmi mengakui tanggung jawab pidananya dalam persidangan federasi atas kasus pembunuhan terhadap CEO UnitedHealthcare Brian Thompson pada Jumat, 14 Agustus 2026. Pengakuan tersebut disampaikan atas dua dakwaan penjelajahan teror atau pengintaian (stalking) tingkat federal di Manhattan, New York.
Pemuda berusia 28 tahun itu mengonfirmasi keterlibatannya secara singkat di hadapan Hakim Margaret Garnett. Pengakuan ini membuatnya terancam hukuman maksimal berupa penjara seumur hidup, setelah sebelumnya dakwaan yang membawa ancaman hukuman mati dibatalkan oleh hakim lain pada Januari lalu.
"Saya tahu apa yang saya lakukan itu ilegal," kata Luigi Mangione, Terdakwa.
Ia menambahkan bahwa pengalaman pribadinya saat berurusan dengan sistem pelayanan kesehatan di Amerika Serikat menjadi pemicu utama yang mendorongnya melakukan penembakan tersebut, seperti dilaporkan oleh jaringan media CNN. Terdakwa akan tetap berada dalam tahanan hingga sidang pembacaan vonis digelar pada 18 December mendatang.
Di luar proses hukum federal ini, Mangione masih menghadapi delapan dakwaan terpisah di tingkat pengadilan negara bagian. Ia menyatakan tidak bersalah atas dakwaan tingkat negara bagian tersebut, dan proses pemilihan juri dijadwalkan bakal dimulai pada September.
Pengacara bela dirinya, Karen Friedman Agnifilo, memberikan penjelasan lebih rinci mengenai latar belakang emosional dan kondisi fisik yang dialami oleh kliennya sebelum aksi penembakan terjadi.
"Dia menderita sakit parah dan melumpuhkan selama bertahun-tahun setelah mengalami patah tulang belakang saat berjuang menghadapi sistem perawatan kesehatan dan asuransi kesehatan kita. Seperti ribuan orang yang menghubungi sejak tragedi ini untuk berbagi pengalaman mereka, dia percaya bahwa sistem telah mengabaikannya dan menghancurkan hidupnya," kata Karen Friedman Agnifilo, Pengacara Terdakwa.
Sementara itu, pihak keluarga korban menyampaikan respons resmi terkait perkembangan proses peradilan yang tengah berjalan tersebut.
"Meskipun tidak ada yang bisa meringankan rasa sakit karena kehilangannya, kami bersyukur bahwa sistem federal telah meminta pertanggungjawaban orang yang bertanggung jawab atas tindakan kejam ini," kata Pernyataan Resmi, Keluarga Brian Thompson.
Pihak keluarga menilai pengakuan bersalah dari terdakwa merupakan sebuah langkah penting dalam upaya penegakan hukum dan pencapaian keadilan bagi almarhum. Brian Thompson, yang memimpin divisi asuransi UnitedHealthcare sejak 2021, tewas ditembak di depan Hotel Hilton Midtown Manhattan saat hendak menghadiri konferensi investor tahunan.
Kepolisian menangkap Mangione di sebuah restoran McDonald's yang berlokasi di Altoona, Pennsylvania, lima hari setelah insiden penembakan eksekutif berumur 50 tahun itu terjadi.