LPDP Sesuaikan Aturan Beasiswa Tahap II 2026 demi Manfaat Afirmasi

Share

Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menerapkan sejumlah penyesuaian regulasi pada pendaftaran beasiswa LPDP 2026 Tahap II. Kebijakan baru ini dirancang untuk memberikan keuntungan lebih bagi para pendaftar, khususnya yang masuk dalam kategori afirmasi.

Perubahan ketentuan tersebut dipaparkan dalam agenda Pembukaan Beasiswa LPDP Tahap 2 Tahun 2026 di Gedung Djuanda I, Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Senin (29/6/2026), seperti dikutip dari Detikcom.

Kemudahan pertama menyasar syarat kompetensi bahasa. Pendaftar jalur afirmasi untuk tujuan perguruan tinggi dalam negeri kini dibebaskan dari syarat sertifikat kemampuan bahasa Inggris. Ketentuan ini juga berlaku bagi pemilik LoA Unconditional dari kampus luar negeri.

Bagi pendaftar afirmasi tujuan luar negeri yang belum memiliki LoA Unconditional, seleksi kini dapat menggunakan sertifikat skor bahasa Inggris dari pusat bahasa kampus dalam negeri. Sebelumnya, kelompok ini wajib menyertakan sertifikat standar internasional seperti TOEFL IBT atau IELTS.

Melalui kebijakan baru, standar skor minimal di pusat bahasa universitas domestik umumnya dipatok pada angka 500. Meski demikian, batasan nilai tersebut dapat bervariasi tergantung pada jenis tes yang digunakan.

Pendaftar dapat memanfaatkan fasilitas ujian bahasa Inggris pada puluhan perguruan tinggi dalam negeri yang telah ditentukan oleh pihak pengelola beasiswa.

Berikut adalah daftar jenis tes beserta universitas penyelenggaranya:

Daftar Sertifikat Bahasa Inggris Pusat Bahasa Kampus Dalam Negeri untuk LPDP 2026
Nama Perguruan Tinggi Jenis Tes Bahasa Inggris
Universitas Sumatera Utara (USU) English Competency Test (ECT)
Universitas Andalas (Unand) TOEFL Prediction Test of Andalas University
Universitas Negeri Padang (UNP) Test of Academic English Proficiency
Universitas Syiah Kuala (USK) TOEFL Prediction Test
Universitas Sriwijaya (Unsri) Universitas Sriwijaya English Proficiency Test (USEPT)
Universitas Riau (Unri) English Proficiency Test – TOEFL Prediction
Universitas Lampung (Unila) English Proficiency Test (EPT)
Universitas Indonesia (UI) UI's English Proficiency Test (EPT)
Institut Teknologi Bandung (ITB) English Language Proficiency Test (ELPT) ITB (Skor Minimal 88)
IPB University English Proficiency Test (EPT)
Universitas Gadjah Mada (UGM) Academic English Proficiency Test (AcEPT)
Universitas Padjadjaran (Unpad) English Language Test (ELT)
Universitas Diponegoro (Undip) SEU EPT Online
Universitas Airlangga (Unair) Unair's English Language Proficiency Test (ELPT)
Universitas Sebelas Maret (UNS) English for Academic Purposes (EAC) (Skor Minimal 70)
  • Universitas Pendidikan Indonesia (UPI): Proficiency Test of English to Speakers of Other Languages (PTESOL)
  • Universitas Negeri Malang (UM): English Proficiency Test (EPT)
  • Universitas Negeri Jakarta (UNJ): Test of English Proficiency Test (TEP) UNJ
  • Universitas Negeri Semarang (Unnes): Test of Proficiency in English Language (ToPEL)
  • Universitas Negeri Yogyakarta (UNY): Proficiency Test of English as A Foreign Language (ProTEFL)
  • Universitas Negeri Surabaya (Unesa): Test of English Proficiency (TEP)
  • BINUS University: English Proficiency Test (EPT)
  • Universitas Telkom (Tel-U): English Proficiency Test (EPrT)
  • Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed): Soedirman Test of English Proficiency (STEP) dengan skor minimal 300
  • Universitas Jember (Unej): English Proficiency Test (EPT)
  • Universitas Trunojoyo Madura (UTM): Test of English for Academic Purposes (TEAP)
  • Universitas Tanjungpura (Untan): Test of English Proficiency (TOEP)
  • Universitas Mulawarman (Unmul): Mulawarman University English Proficiency Test (MU-EPT)
  • Universitas Lambung Mangkurat (ULM/Unlam): English Proficiency Test (EPT)
  • Universitas Udayana (Unud): Udayana Academic English Proficiency Test (UAEPT)
  • Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha): English Proficiency Test (EPT)
  • Universitas Hasanuddin (Unhas): English Proficiency Test (EPT)
  • Universitas Negeri Makassar (UNM): English Proficiency Test (EPT)
  • Universitas Halu Oleo (UHO): TOEFL-equivalent Test
  • Universitas Nusa Cendana (Undana): Undana English Proficiency Test (UND-EPTest)

Sistem Kompetisi dan Standar IPK Jalur Afirmasi

Direktur Beasiswa LPDP Dwi Larso menjelaskan bahwa skema kompetisi untuk jalur ini dibuat terpisah guna menjaga keadilan peluang bagi kelompok masyarakat tertentu.

"Dari Papua tidak bersaing dengan kelompok lain, bahkan dengan PNS, TNI, Polri, tidak bersaing. Mereka bersaing di antara golongan ini, ya, golongan beasiswa afirmasi. Selanjutnya, ini untuk prasejahtera, mereka bersaing dengan kelompok prasejahtera," kata Dwi Larso.

Wilayah yang masuk dalam daftar afirmasi pada pendaftaran Tahap 2 tahun ini mencakup 127 kabupaten/kota yang tersebar di 25 provinsi di Indonesia.

Selain sistem kompetisi yang dipisahkan dari pendaftar reguler, standarisasi Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal bagi pendaftar afirmasi juga mendapatkan penyesuaian khusus.

Bagi pendaftar dari daerah afirmasi atau kelompok penyandang disabilitas, batas IPK minimal ditetapkan sebesar 2,50 untuk jenjang magister dan 3,00 untuk jenjang doktor. Sementara itu, pendaftar dari kategori prasejahtera wajib memenuhi standar IPK minimal 3,00 untuk program magister.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author