LPDP Prioritaskan Jalur Afirmasi Kuota Minimal 25 Persen Seleksi 2026

Share

Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) memastikan kelompok afirmasi tetap menjadi prioritas utama dalam seleksi beasiswa 2026 tahap 2. Kebijakan ini berjalan beriringan dengan fokus baru yang mengarah pada bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) demi mendukung industri strategis nasional.

Dikutip dari Detikcom, kuota penerima dari jalur afirmasi dijamin tetap minimal 25 persen. Hal ini berlaku meskipun kategori beasiswa kini dibagi menjadi STEM serta Social, Humanities, Art for People, Religious Studies, dan Economics/Education (SHARE).

Kepala Divisi Rekrutmen dan Seleksi LPDP, Andar Ramona Sinaga menerangkan bahwa perubahan skema tahun ini tidak mengurangi kesempatan bagi peserta dari daerah atau kelompok berkebutuhan khusus. LPDP mempertahankan kategori tersebut agar akses pendidikan tinggi tetap merata ke berbagai wilayah.

"Sekarang kami mengelompokanya dalam dua kelompok besar, STEM Industri Strategis dan SHARE. Namun kami tetap memberikan prioritas dan dukungan kepada teman-teman, saudara-saudara yang memang memiliki latar belakang atau memiliki kondisi yang berbeda daripada umumnya kita, misalnya di Pulau Jawa ataupun yang pada umumnya masyarakat Indonesia" ujar Ramona dalam webinar Sosialisasi Beasiswa LPDP Tahap 2 Tahun 2026 yang dikutip dari tayangan YouTube LPDP RI, Jumat (3/7/2026).

Kelompok yang masuk dalam kategori afirmasi mencakup peserta dari daerah afirmasi, putra-putri Papua, masyarakat prasejahtera, dan penyandang disabilitas. Selain itu, LPDP tetap menyediakan kategori khusus untuk pegawai negeri sipil (PNS), TNI, Polri, serta jalur umum.

Ramona menegaskan bahwa para peserta jalur afirmasi akan mengikuti proses seleksi di dalam kelompok mereka masing-masing. Langkah tersebut diambil demi memastikan persaingan tetap berjalan dengan adil.

"Nah yang adil itu adalah kita memang mengelompokkan masing-masing pendaftar ini dalam kelompoknya masing-masing. Dan mereka akan bersaing di kelompoknya masing-masing. Untuk afirmasi akan tetap ada, ada empat kriteria, CPNS, PNS dan Nipolri, kemudian umum," jelasnya.

Berbeda dengan kelompok PNS, TNI, dan Polri, peserta dari jalur afirmasi tidak diwajibkan untuk memilih antara skema pendanaan penuh (full funding) atau pendanaan sebagian (partial funding). LPDP memastikan seluruh peserta afirmasi mendapatkan pendanaan penuh.

"Nah kami juga masih membuka opsi full funding, partial funding. Namun full funding, partial funding ini hanya berlaku untuk kriteria PNS, Polri dan umum. Untuk afirmasi tidak perlu memilih full funding atau partial funding," tegasnya.

Bagi penyandang disabilitas, LPDP juga menyediakan dukungan tambahan. Mereka akan mendapatkan pendampingan dari satu orang pendamping guna memastikan proses studi dapat berjalan dengan baik.

Pergeseran Fokus ke Dampak Industri Strategis

Ramona kembali menambahkan bahwa LPDP mengubah pendekatan beasiswa pada seleksi tahun 2026. Orientasi yang sebelumnya berpusat pada pendidikan (education-centric) kini dialihkan menjadi berorientasi pada dampak (impact-driven).

"Di sini kami di tahun 2026 ini, para pendaftar pada saat mendaftar langsung menentukan apakah dia akan studi di bidang STEM Industri Strategis ataupun SHARE. Jadi pendekatannya langsung mengarah ke impact-nya nanti di bidang STEM industri strategis ataupun SHARE," tuturnya.

Alokasi porsi penerima beasiswa kini jauh lebih besar ditempatkan pada bidang STEM. Sebanyak minimal 80 persen penerima beasiswa akan dialokasikan untuk program STEM, sementara sisanya sebanyak 20 persen diperuntukkan bagi bidang SHARE.

"Dan memang kami khususkan untuk mendukung industri strategis yaitu 8 industri strategis. Pangan, energi, pertahanan, dgitalisasi AI semiconductor, kesehatan, hilirisasi, maritim, manufaktur dan material maju, entrepreneurship dan industri kreatif dan sektor lain yang mendukung industri strategis. Sedangkan SHARE itu bergerak di bidang social science, humanities, art for people, religious studies dan education," tuturnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author