Limbah Marmer di Kishangarh India Disulap Jadi Wisata Populer

Share

Kawasan Kishangarh di Rajasthan, India, menarik perhatian publik karena menyajikan panorama unik yang menyerupai hamparan salju. Lanskap putih membentang tersebut sebenarnya menampung sisa dari industri pengolahan batu marmer serta granit. Kishangarh dikenal luas sebagai salah satu pusat pemrosesan batu marmer terbesar di India.

Proses pemotongan dan pemolesan batu menghasilkan limbah berupa potongan material serta lumpur putih yang terus dibuang ke lokasi penampungan. Area pembuangan ini mencakup wilayah seluas 33 hektare, seperti dilansir dari Detik Travel. Fasilitas tersebut menampung pengiriman lebih dari 5.500 ton limbah saban hari yang berasal dari 1.200 unit industri pemrosesan.

Volume buangan yang masif menempatkan kawasan ini dalam jajaran tempat penampungan limbah marmer terbesar di Asia. Kendati demikian, visual unik dari tumpukan buangan industri justru menarik minat kunjungan para wisatawan.

Pasangan calon pengantin kerap memilih gundukan putih tersebut sebagai latar pemotretan pra-pernikahan. Selain itu, para pembuat film serta klip musik turut memanfaatkan lokasi ini untuk keperluan pengambilan gambar. Kunjungan wisatawan diisi dengan berbagai aktivitas, termasuk menunggang kuda melintasi area tumpukan buangan industri. Kepopuleran tempat ini meningkat tajam setelah foto-foto keindahannya beredar luas di media sosial.

Banyak pengunjung menyamakan pemandangan Kishangarh dengan pesona Pegunungan Alpen yang diselimuti salju. Genangan air hujan di antara buangan limbah membentuk kolam berwarna biru cerah yang memperkuat kesan eksotis. Daya tarik visual lokasi ini berbanding terbalik dengan dampak lingkungan yang mengancam kawasan sekitarnya. Otoritas setempat telah memaparkan risiko pembuangan, mulai dari sebaran debu di udara hingga potensi pencemaran air tanah.

Hasil pengujian mengonfirmasi tingginya kandungan mineral serta salinitas pada sumber air warga di sekitar area penampungan. Sejumlah pengujian laboratorium juga menemukan paparan logam berat di lokasi tersebut. Pengadilan lingkungan tertinggi India mengambil tindakan tegas pada Januari dengan mengeluarkan instruksi perbaikan.

Lembaga tersebut memerintahkan penghentian pembuangan liar sekaligus mewajibkan pemanfaatan ulang lumpur marmer. "Tidak ada sistem lapisan pelindung yang direkayasa, tidak ada sumur dekantasi, tidak ada mekanisme pengendalian debu, tidak ada pemantauan udara atau air tanah, dan tidak ada sabuk hijau pelindung," terang pengadilan dalam putusannya.

Walaupun persoalan pencemaran lingkungan menjadi sorotan tajam, arus kedatangan pengunjung belum berkurang. Banyak orang tetap datang demi menyaksikan pemandangan daratan putih yang menyerupai pegunungan es tersebut.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author