Lima Tempat Makan Legendaris di Indonesia Bertahan Sejak 1945
Sejumlah tempat makan di Indonesia telah eksis sejak tahun 1945, bertepatan dengan kemerdekaan Indonesia. Keberadaan warung-warung ini bukan hanya menyajikan makanan, tetapi juga menjadi bagian penting dari perjalanan budaya dan sejarah kuliner di daerah masing-masing.
Salah satu yang terkenal adalah Sate Memeng di Medan, yang mulai dirintis oleh H. Muhammad Saimin pada 1945. Warung ini masih dikelola oleh generasi penerus dan menawarkan berbagai jenis sate seperti sapi, ayam, kambing, dan jeroan dengan harga sekitar Rp33.000 per porsi yang terdiri dari lima tusuk.
Di Surabaya, Sate Klopo Ondomahen Bu Asih juga telah berjualan sejak 1945. Terletak di Jalan Walikota Mustajab, warung ini menyajikan sate ayam dan sapi yang dibaluri kelapa parut berbumbu khas. Harga untuk sate ayam sekitar Rp22.000 dan sate sapi Rp29.000.
Nasi Campur Bu Harjo di Kediri juga termasuk warung legendaris yang berdiri sejak 1945. Menu andalannya adalah nasi campur dengan lauk lengkap dan krengsengan, serta tersedia rawon dengan harga sekitar Rp25.000 per porsi. Meski tidak memiliki keturunan langsung, warung ini tetap dikelola oleh keponakan dan cucu pemilik asli.
Mie Koclok Mas Edi yang berasal dari Cirebon juga sudah ada sejak 1945 dan kini dikelola oleh generasi keempat. Warung yang awalnya berjualan dengan cara dipikul ini terkenal dengan mie koclok berkuah santan lengkap dengan ayam, telur, tauge, dan bawang goreng, dengan harga antara Rp17.000 hingga Rp25.000 per porsi.
Terakhir, Warung Ijo Bu Lemu di Yogyakarta dikenal dengan sop bayam daging sapi yang legendaris. Warung ini telah melayani pelanggan sejak 1945 dan dikelola lintas generasi. Sop bayam dengan kuah bening gurih ini dibanderol mulai dari Rp13.000 dan menjadi favorit di kawasan tersebut, lengkap dengan tempe garit khas Yogyakarta sebagai pelengkap.
Kelima warung ini menunjukkan ketangguhan usaha kuliner tradisional Indonesia yang mampu bertahan melewati berbagai zaman dan generasi, sekaligus menjadi bagian penting dari warisan budaya kuliner bangsa, seperti dikutip dari Detik Food.