LF PBNU Tetapkan 1 Rabiul Awal 1448 H Jatuh pada 14 Agustus 2026
Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menetapkan 1 Rabiul Awal 1448 Hijriah jatuh pada Jumat, 14 Agustus 2026. Keputusan tersebut diambil setelah hilal penentu awal bulan terpantau di sejumlah lokasi pengamatan pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Pengumuman bernomor 158/PB.08/A.II.11.13/13/08/2026 yang dirilis pada Rabu, 14 Agustus 2026, mengonfirmasi keberhasilan rukyatulhilal pada Kamis Pahing, 29 Safar 1448 Hijriah. Dengan penetapan awal bulan ini, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW atau 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah bertepatan pada Selasa, 25 Agustus 2026.
"Awal bulan Rabi'ul Awal 1448 H bertepatan dengan Jumat Pon 14 Agustus 2026 M (mulai malam Jumat) atas dasar rukyah," sebagaimana tertulis dalam Pengumuman Nomor 158/PB.08/A.II.11.13/13/08/2026 yang dikeluarkan pada Rabu (14/8/2026).
Pihak falakiyah mencatat keberadaan lokasi yang berhasil mengamati kemunculan hilal secara langsung di lapangan.
"Telah dilaporkan penyelenggaraan rukyatul hilal pada Kamis Pahing 29 Shafar 1448 H / 13 Agustus 2026 M. Laporan lokasi yang menyelenggarakan rukyatul hilal terlampir. Terdapat lokasi yang melihat hilal," tulis pengumuman itu.
Atas capaian pengamatan ini, jajaran pengurus falakiyah PBNU turut mengapresiasi keterlibatan segenap warga Nahdliyin.
"Diharapkan bertindak aktif untuk menyebarluaskan pengumuman awal bulan Rabiul Awal 1448 H ini kepada warga Nahdlatul Ulama, khususnya jajaran pengurus di wilayah / cabangnya masing–masing," lanjut pengumuman tersebut.
Hasil perhitungan metode hisab tahqiqi tadqiki ashri kontemporer PBNU di Markaz Jakarta menunjukkan ijtima terjadi pada Kamis, 13 Agustus 2026 pukul 00:38:02 WIB. Tinggi hilal tercatat 7 derajat 29 menit 54 detik dengan elongasi 9 derajat 35 menit 35 detik serta lama hilal di atas ufuk mencapai 33 menit 55 detik. Parameter hilal terendah berada di Merauke dengan ketinggian +6 derajat 18 menit, sementara posisi tertinggi berada di Lhoknga, Aceh dengan ketinggian 7 derajat 15 menit.
Data prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika juga mengonfirmasi kriteria imkanurrukyah di wilayah Indonesia. BMKG mencatat ketinggian hilal saat terbenam matahari pada 13 Agustus 2026 berkisar antara 6,43 derajat di Jayapura hingga 7,8 derajat di Tua Pejat, Sumatra Barat, dengan umur bulan berkisar 15,02 jam hingga 18,28 jam.
Selain itu, perhitungan hisab Astronomical Algorithms karya Jean Meeus untuk wilayah Bojonegoro mencatat umur hilal 17 jam 36 menit dengan tinggi mar'i 7 derajat 18 menit dan elongasi 9 derajat 29 menit 08 detik. Seluruh data tersebut memenuhi syarat kriteria Imkanurrukyat NU yang mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.