Lestari Moerdijat Soroti Kesenjangan Lulusan Sarjana dan Lapangan Kerja
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyoroti pergeseran fungsi sistem pendidikan nasional yang dinilai terlalu berorientasi pada pasar kerja, Selasa (11/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom. Ia mendesak adanya transformasi agar pendidikan kembali mencetak lulusan berkarakter dan berpikir kritis.
"Sistem pendidikan kita saat ini sedang berada di persimpangan jalan dan membutuhkan transformasi untuk tidak hanya menghasilkan lulusan dengan kemampuan teknis, tetapi juga kapasitas berpikir dan mampu mengaplikasikan ilmu mereka," kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat.
Pernyataan tersebut merespons riset Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) dalam Labor Market Brief edisi Juli 2026. Laporan tersebut mencatat sebanyak 8,01 juta lulusan sarjana di Indonesia mengalami fenomena overeducation atau bekerja pada posisi di bawah kualifikasi pendidikan mereka.
"Fenomena ini menunjukkan pertumbuhan tenaga kerja terdidik lebih cepat daripada penciptaan lapangan kerja yang membutuhkan keterampilan tinggi," kata Lestari Moerdijat.
Minimnya keterkaitan antara kurikulum lembaga pendidikan dengan kualifikasi yang dibutuhkan industri menjadi pemicu utama timbulnya masalah tersebut. Oleh karena itu, sinergi antar pemangku kepentingan diperlukan untuk menata ulang arah kebijakan pendidikan nasional.
"Keberhasilan pendidikan tinggi tidak cukup diukur dari jumlah lulusan, tetapi dari kemampuan mereka untuk berkontribusi secara optimal dalam memperkuat fondasi pertumbuhan perekonomian nasional," kata Lestari Moerdijat.