Ledakan Gas Tambang Batu Bara di China Tewaskan 90 Orang

Share

Insiden ledakan gas fatal di sebuah tambang batu bara di Kota Changzhi, Provinsi Shanxi, China, dilaporkan menewaskan sedikitnya 90 orang pada Jumat malam.

Peristiwa maut ini menjadi kecelakaan industri paling mematikan di negara tersebut sejak tahun 2009, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz.

Musibah ini memicu respons cepat dari otoritas tertinggi China guna mencegah terulangnya kelalaian serupa di sektor energi utama mereka.

Penyelidikan mendalam saat ini tengah berjalan untuk menemukan penyebab pasti dari ledakan gas di wilayah penghasil batu bara terbesar tersebut, menurut laporan China Central Television.

Menyikapi bencana ini, Presiden Xi Jinping langsung menyerukan penguatan upaya nasional demi menekan angka kecelakaan industri dalam skala besar di seluruh negeri.

Pihak berwenang diinstruksikan oleh Presiden Xi Jinping untuk memetik pelajaran berharga dari insiden tragis ini, sekaligus mengintensifkan pemeriksaan risiko dan pengendalian bahaya.

Kewaspadaan ekstra juga ditekankan oleh Presiden Xi Jinping mengingat operasional industri saat ini sedang berlangsung di tengah musim banjir.

Sementara itu, Perdana Menteri Li Qiang memberikan penegasan mengenai krusialnya transparansi informasi kepada publik terkait perkembangan penanganan musibah ini.

Langkah penegakan tanggung jawab keselamatan yang jauh lebih ketat di berbagai sektor utama juga diperintahkan oleh Perdana Menteri Li Qiang, menurut kantor berita Xinhua.

Berdasarkan catatan sejarah industri setempat, kecelakaan tambang batu bara di China dengan jumlah korban jiwa yang lebih besar sebelumnya terjadi pada 2009 di Heilongjiang yang merenggut 108 nyawa.

Hingga saat ini, batu bara tetap memegang peran krusial sebagai penopang utama bauran energi di China untuk menggerakkan pembangkit listrik dan aktivitas manufaktur.

Kondisi ketergantungan ini bertahan akibat tingginya permintaan domestik serta masih terbatasnya opsi energi alternatif dalam jangka pendek.

Pengetatan inspeksi keselamatan yang kini diberlakukan di Shanxi diproyeksikan bakal menahan laju pasokan energi dalam jangka pendek dan berpotensi memicu kenaikan harga pasar.

Dampak penekanan volume produksi massal juga membayangi sektor ini seiring meluasnya pemeriksaan standardisasi kerja ke wilayah-wilayah lain.

Sesuai dengan regulasi hukum yang berlaku di China, sebuah insiden ledakan yang mengakibatkan korban jiwa di atas 30 orang secara otomatis masuk ke dalam kategori kecelakaan luar biasa serius.

Status tersebut merupakan level tertinggi dalam klasifikasi kecelakaan industri yang mengharuskan penanganan khusus berskala nasional.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author