Ledakan Rumah Mewah di Grand Polonia Medan Hancurkan Bangunan

Share

Insiden ledakan dahsyat menghancurkan sebuah rumah mewah bernomor 3B di Kompleks Grand Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Sumatera Utara, pada Senin (20/7/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Peristiwa ini merusak tiga unit rumah di sekitarnya dan mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

Kuatnya hempasan ledakan menyebabkan satu bangunan nyaris rata dengan tanah serta merusak rumah di seberangnya. Dari tujuh korban terdampak, empat orang berhasil selamat termasuk seorang balita dan dua pekerja, sementara satu korban meninggal dunia dan satu lainnya masih dalam pencarian petugas di bawah tumpukan puing.

Kepolisian Resort Besar Medan mengonfirmasi penemuan salah satu korban meninggal dunia di lokasi kejadian pada Selasa (21/7/2026) sore.

"Satu korban dini hari itu berhasil ditemukan, yang merupakan mohon maaf dengan segala kerendahan hari saya mengatakan, istri dari pemilik rumah," kata Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak saat ditemui di lokasi, Selasa (21/7).

Korban tewas teridentifikasi bernama Jesika (36). Pihak kepolisian terus bergerak menyisir sisa reruntuhan untuk menemukan korban terakhir yang masih tertimbun.

"Tentu (komunikasi), karena pemilik rumah kan kemarin sudah ke sini. Dan saat ini pemilik rumah lebih berkonsentrasi terkait dengan keluarganya lah," ujar Calvijn.

Aparat kepolisian menyatakan bahwa penghuni rumah bernama Hasan berada dalam kondisi sehat, sedangkan balita Jeavelin (2) dan seorang kurir online masih menjalani perawatan medis di rumah sakit.

"Tinggal menunggu satu lagi, kami mohon doanya," ujar Calvijn.

Seorang saksi mata bernama Danu yang bekerja sebagai pekerja rumah tangga di sekitar lokasi mengaku sempat terlempar saat insiden terjadi akibat tekanan udara yang sangat kuat.

"Saya baru berdiri di luar, sama kakak yang kerja di sini ART. Sekitar jam setengah empatlah kurang lebih. Terus tiba-tiba saya dengar suara meledak, duar gitu," ujar Danu, Selasa (21/7/2026).

Danu menjelaskan bahwa dentuman keras tersebut didahului oleh kemunculan kilatan cahaya dalam waktu yang sangat singkat sebelum merobohkan bangunan utama.

"Hitungan satu detik ajalah, saya geser tangga. Terus semburan apa, cahaya putih, baru bum terpental saya di atas," katanya.

Guncangan hebat akibat ledakan itu sempat membuat para pekerja di sekitar lokasi mengira sedang terjadi bencana alam.

"Saya pikir gempa, goyang rumahnya. Terus saya tengok jendela keluar itu, tengok rumah sudah rubuh. Ya Allah, kami mengamankan diri.

Mikir gempa gini, ya. Udah berantakan semua ini juga," ungkapnya.

Menanggapi dugaan awal terkait kebocoran saluran pipa gas bawah tanah, PT PGN (Persero) Tbk langsung menghentikan pasokan gas ke area pemukiman tersebut untuk proses pengamanan.

"Prioritas utama PGN saat ini adalah mengamankan lokasi dengan menurunkan tim teknis dan tanggap darurat untuk menutup penyaluran gas dan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi jaringan pipa gas untuk memastikan keselamatan masyarakat di sekitar area kejadian," ujar Area Head PGN Medan, Agus Kurniawan dalam keterangan tertulis, Selasa (21/7/2026).

Hasil pemeriksaan teknis yang dilakukan tim PGN bersama pihak berwenang pada Selasa malam menunjukkan kadar gas metana di area kejadian berada pada angka 0 ppm.

"Kami terus berkoordinasi intensif dengan aparat dan pihak berwenang setempat guna memastikan penanganan di lapangan berjalan dengan baik dan memantau perkembangan situasi serta akan memberikan pembaruan informasi lebih lanjut", tutup Agus.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author