3 Layanan untuk Memantau Hotspot dan Karhutla secara Dini
Published
·
1 Reads
Informasi titik panas atau hotspot yang terdeteksi oleh satelit dapat digunakan untuk memantau kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sejak dini. Terdapat 3 layanan resmi dan platform yang dapat diakses masyarakat untuk melihat wilayah yang terindikasi mengalami anomali suhu.
- SiPongi+ Kemenhut — Sistem Pemantauan Karhutla milik Kementerian Kehutanan yang menyajikan data dan informasi hotspot terkini beserta tingkat kepercayaannya (low, medium, high). Layanan ini diakses melalui situs resmi dengan fitur peta sebaran titik panas berdasarkan periode, provinsi, dan satelit.
- Citra Polar Hotspot BMKG — Layanan dari BMKG yang menampilkan citra satelit terbaru untuk mendeteksi lokasi hotspot di Indonesia pada siang dan malam hari menggunakan sensor VIIRS dan MODIS. Peta ini memperlihatkan persebaran anomali suhu panas yang diperbarui secara berkala, meski tidak dapat mendeteksi area yang tertutup awan atau berada di blank zone.
- Layanan Google Maps — Fitur tambahan pada aplikasi Google Maps yang dapat menampilkan informasi kebakaran aktif (wildfires) beserta perkiraan wilayah terdampak menggunakan data otoritas, satelit, dan teknologi AI. Wilayah terdampak ditandai dengan ikon kebakaran atau area berwarna merah dan kuning pada menu Lapisan (Layers).
Memahami data hotspot dari sumber-sumber resmi tersebut penting sebagai indikasi awal pemantauan. Apabila masyarakat melihat asap atau api secara langsung di lapangan, disarankan untuk tidak mendekati lokasi dan segera melaporkannya kepada pihak berwenang.
Follow publika.id on Google News
Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author