by

Lamtim Punya Ciri Khas, Bang Ipul: Ayo Garap Wisata Desa

Lampung Timur memiliki alam yang indah dan khas termasuk desa-desa yang digarap menjadi desa wisata.

Potensi desa wisata inilah yang kedepan akan dilirik Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparerkraf) maupun pemerintah daerah.

”Lampung Timur itu tidak hanya potensi wisata Way Kambas. Lampung Timur punya kekhasan. Salah satunya dari desa,” ujar Zaiful Bokhari.

Calon Bupati Lampung Timur yang berpasangan dengan Ahmad Sudibyo itu menambahkan pertumbuhan rural tourism itu bisa tumbuh dengan gagasan dan konsep yang tertata.

”Kita jangan sampai kehilangan kesempatan untuk mengambil peluang ini, membangkitkan pariwisata setelah dihajar pandemi,” imbuhnya.

Menurut petahana ini, selama ini mancanegara mengenal Indonesia dengan wisata pedesaannya baru dalam hitungan jari.

Baca Juga  Bang Ipul : Keberagaman Harus Jadi Kekuatan Memajukan Lamtim

”Maka ayo kesempatan ini terbuka. Kalau Way Kambas sudah mendunia, lalu ada Nusa Dua di Bali, dan alam desa di Jogja dikenal keelokannya, kita (Desa di Lamtim) jangan sampai kalah,” imbuhnya.

Tidak salah jika, Lampung Timur, sambung politisi PDI Perjuangan ini belajar dengan empat desa wisata di Indonesia yaitu Desa Pemuteran (Bali), Desa Penglipuran (Bali).

Lalu Desa Wisata Nglanggeran dan Desa Pentingsari di Jogjakarta yang masuk dalam Top 100 Destinasi Berkelanjutan di Dunia versi Global Green Destinations Days (GGDD).

”Keempat desa wisata ini bisa kita contoh. Tentu disesuaikan dengan geografi dan kearifan lokal warganya. Jangan sampai eksplorasi wisata ini pun menjual konservasi lingkungan dan budaya. Yang bagus kita peting, yang mudarat kita buang,” tutur Bang Ipul-sapaan akrab Zaiful Bokhari.

Baca Juga  Pilkada Sukses, Asal Penyelenggara Berperan Aktif Ajak Warga ke TPS

Bang Ipun berharap perlunya pengarusutamaan isu lingkungan, khususnya ke dalam perencanaan pembangunan masyarakat perdesaan.

”Apalagi 90 persen wilayah Lampung Timur merupakan desa, sehingga sepertiganya saja kita kembangkan dalam pariwisata berkelanjutan, ini akan menguatkan level pariwisata lokal secara nasional,” pungkas Bang Ipul seraya memberikan semangat.

Sementara itu Sudibyo memberikan dukungan terhadap apa yang telah dipaparkan Zaiful Bokhari.

“Ini adalah terobosan di tengah potensi alam desa di Lampung Timur yang berlimpah. Konsep ini bisa dibangun dengan ciri khas yang sudah melekat. Sambatan, ya sambatan. Ini merupakan tradisi gotong-royong yang menjadi cermin keberagaman Lampung Timur,” tutur Mas Dibyo.

Baca Juga  Kevin de Bruyne Gagal Penalti, Manchester City vs Liverpool Imbang

Dikatakannya, selama belusukan, Mas Dibyo telah mendapatkan masukan, saran dan harapan rakyat Lampung Timur dalam menggali potensi dan menemukan peluang kemandirian desa.

“Pucuk di cinta ulan pun tiba. Semangat yang ada di kami (pasangan calon nomor urut 2) selaras dengan harapan warga. Saya juga wong ndeso mas. Betapa bangga kalau desa kita berseri, apalagi potensi wisata alamnya terbangun secara berlahan. Asrinya makin asri, tanahnya subur makmur, kampungnya gemah ripah loh jinawi,” pungkas Mas Dibyo seraya melanjutkan blusukannya.  (man/tap)

Inilah keseharian Mas Dibyo Calon Wakil Bupati Lampung Timur. Belusukan menjadi kebiasaan rutin. Wajar jika dirinya sebelum mencalonkan diri duduk sebagai anggota DPRD Lampung Timur dua periode karena kepercayaan masyarakat mampu diembang. Luwes dan punuh kesederhanaan adalah cermin pemimpin yang merakyat.

Baca Juga