Lalu Lintas Kapal Bab Al Mandab Anjlok 56 Persen Usai Blokade Houthi

Share

Lalu lintas kapal kargo di Selat Bab Al-Mandab menurun drastis sebesar 56 persen hanya dalam satu minggu setelah kelompok Houthi Yaman mengumumkan blokade laut terhadap kapal-kapal yang terhubung dengan Arab Saudi.

Data dari perusahaan analisis maritim Kpler menunjukkan jumlah kapal kargo yang melintasi terusan vital tersebut merosot dari 34 kapal pada 20 Juli 2026 menjadi hanya 15 kapal pada 26 Juli 2026. Kapal-kapal yang melintas tersebut membawa komoditas strategis seperti minyak mentah, jelai, dan pupuk menuju pasar utama di Tiongkok, India, Pakistan, hingga Belanda.

Penurunan tajam aktivitas pelayaran terjadi seiring meningkatnya aksi militer Houthi di kawasan Laut Merah. Kelompok tersebut mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap fasilitas minyak milik Aramco di kota Jizan dan Yanbu, serta gempuran terhadap kapal NCC Masa pada 25 Juli 2026.

Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) juga melaporkan adanya proyektil tidak dikenal yang jatuh di dekat sebuah tanker minyak di kawasan selatan Laut Merah. Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengonfirmasi telah mencegat sejumlah drone yang diluncurkan dari Irak menuju Riyadh dan fasilitas energi.

Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional menyatakan kesiapannya dalam menghadapi eskalasi pertempuran yang dilancarkan oleh milisi Houthi.

"Kami bersiap untuk eskalasi apa pun," kata Menteri Luar Negeri Yaman yang ditunjuk, Afrah al-Suba.

Pihak pemerintah Yaman menyatakan kekhawatiran atas upaya Houthi yang dinilai mereplikasi taktik Iran di Selat Hormuz untuk merebut kendali penuh atas Bab Al-Mandab.

"Houthi ingin meniru pengalaman Iran di Hormuz," kata Afrah al-Suba.

Ia menambahkan bahwa kelompok milisi tersebut bergerak selaras dengan serangan Iran di kawasan dan berupaya keras menguasai jalur pelayaran Laut Merah.

"Titik-titik sensitif" untuk pengangkutan minyak dari timur Arab Saudi ke Yanbu di barat Laut Merah telah diserang "dengan beberapa drone," kata juru bicara Houthi.

Ia menegaskan gempuran tersebut merupakan balasan atas masuknya drone Arab Saudi ke dalam wilayah udara Yaman. Akibat gangguan keamanan ini, sejumlah perusahaan pelayaran global seperti Hapag-Lloyd memilih mengalihkan rute kapal mengitari Tanjung Harapan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author