20 Lagu Nasional untuk Acara 17 Agustus Lengkap Lirik dan Chord

Share

Setiap kali merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus atau peringatan hari besar kenegaraan lainnya, menyanyikan lagu-lagu nasional menjadi salah satu tradisi penting untuk membangkitkan semangat kebangsaan. Berikut adalah daftar 20 lagu nasional yang sering dibawakan dalam acara peringatan kemerdekaan beserta lirik dan petunjuk chord gitarnya.

  • Indonesia Raya — Diciptakan oleh W.R. Supratman, lagu ini merupakan lagu kebangsaan Republik Indonesia yang wajib dinyanyikan dalam setiap upacara bendera dan acara resmi kenegaraan.
  • Mengheningkan Cipta — Diciptakan oleh T. Prawit, lagu ini dibawakan untuk mengenang jasa dan pengorbanan para pahlawan yang telah gugur memperjuangkan kemerdekaan bangsa.
  • Lagu Nasional Hari Merdeka — Lagu penuh semangat yang diciptakan oleh H. Mutahar untuk memperingati detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.
  • Bagimu Negeri — Diciptakan oleh Kusbini, lagu ini berisi janji bakti dan penyerahan jiwa raga seluruh rakyat demi kejayaan tanah air Indonesia dengan panduan intro gitar F G C Am Dm G C.
  • Lagu Nasional Berkibarlah Benderaku — Diciptakan oleh Ibu Sud, lagu ini mengobarkan semangat membela sang merah putih di seluruh pelosok bumi Indonesia agar tetap berkibar selamanya.
  • Tanah Airku — Diciptakan oleh Ibu Soed, lagu ini mengungkapkan rasa cinta yang mendalam terhadap tanah air Indonesia yang tidak akan pernah dilupakan meskipun bepergian jauh ke negeri orang.
  • Garuda Pancasila — Diciptakan oleh Sudharnoto, lagu ini menegaskan kesetiaan rakyat terhadap Pancasila sebagai dasar negara dan kesediaan berkorban demi mewujudkan rakyat yang adil dan makmur.
  • Indonesia Pusaka — Karya legendaris Ismail Marzuki yang melukiskan keindahan alam serta keberadaan tanah air Indonesia sebagai tempat berlindung dan tempat akhir menutup mata.
  • Gugur Bunga — Lagu karya Ismail Marzuki yang dibawakan dengan nada syahdu untuk menghormati para pahlawan bangsa yang telah gugur di medan bakti demi kemerdekaan.
  • Dari Sabang Sampai Merauke — Diciptakan oleh R. Soerardjo, lagu ini menggambarkan persatuan ribuan pulau di Indonesia dari ujung barat hingga ujung timur yang menyatu dalam satu kesatuan tanah air.
  • Halo-Halo Bandung — Diciptakan oleh Ismail Marzuki untuk mengenang peristiwa sejarah Bandung Lautan Api dan menggelorakan semangat rakyat dalam merebut kembali kota kenangan tersebut.
  • Satu Nusa Satu Bangsa — Diciptakan oleh Liberty Manik, lagu ini menegaskan komitmen bersama rakyat untuk membela satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa Indonesia.
  • Maju Tak Gentar — Diciptakan oleh C. Simanjuntak, lagu ini membakar semangat perjuangan rakyat untuk tidak gentar membela hak dan mengusir penyerang demi meraih kemenangan.
  • Bangun Pemudi Pemuda — Diciptakan oleh A. Simanjuntak, lagu ini berisi panggilan jiwa dan tuntutan tanggung jawab kepada generasi muda sebagai penerus masa depan bangsa.
  • Ibu Pertiwi — Karya Ismail Marzuki yang mengisahkan kesedihan tanah air saat menghadapi ujian, sekaligus seruan bagi putra-putri bangsa untuk berbakti dan menjaga harta pusaka nusa.
  • Hymne Guru — Diciptakan oleh Sartono sebagai bentuk penghormatan dan puji-pujian kepada para guru atas segala pengabdian serta jasa-jasanya dalam mendidik anak bangsa.
  • Rayuan Pulau Kelapa — Karya Ismail Marzuki yang memuji keindahan, kesuburan, dan pesona alam kepulauan Indonesia sebagai tanah air yang aman, makmur, serta indah permai.
  • Syukur — Diciptakan oleh H. Mutahar sebagai ungkapan rasa syukur yang mendalam kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kemerdekaan dan karunia tanah air yang telah diberikan.
  • Hymne Kemerdekaan — Lagu bernuansa khidmat yang sering dilantunkan dalam rangkaian upacara kenegaraan untuk menghormati momen kemerdekaan bangsa Indonesia.
  • Ibu Kita Kartini — Diciptakan oleh W.R. Supratman untuk mengenang jasa dan cita-cita mulia Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan emansipasi serta kemajuan perempuan Indonesia.
Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author