Kuwait Bantah Keterlibatan Serangan Militer Terhadap Iran

Share

Pemerintah Kuwait melayangkan bantahan resmi atas laporan media Amerika Serikat yang menyebut negaranya mengerahkan pesawat tempur untuk menyerang sasaran militer di wilayah Iran pada akhir Juli 2026. Laporan persidangan konflik Teluk tersebut sebelumnya dikabarkan oleh The Wall Street Journal.

Duta Besar Kuwait untuk Amerika Serikat, Sheikha Al-Zain Al-Sabah, menyampaikan surat keberatan kepada dewan redaksi media tersebut guna mengklarifikasi bahwa informasi yang diterbitkan sepenuhnya tidak benar. Ia menegaskan tidak ada armada udara maupun izin penggunaan wilayah Kuwait yang diberikan untuk operasi militer agresif.

"Serangan yang terus berlanjut merupakan tindakan agresi eksplisit yang melanggar Piagam PBB, hukum internasional, hukum humaniter internasional, Resolusi Dewan Keamanan PBB 2817 (2026), dan komitmen eksplisit Iran berdasarkan MoU, yang menimbulkan ancaman terhadap perdamaian dan keamanan internasional," bunyi pernyataan bersama ketujuh negara.

Sikap diplomasi Kuwait menolak eskalasi militer dan menekankan pentingnya menjaga stabilitas kawasan melalui dialog. Pemerintah Kuwait memastikan bahwa ruang udara, daratan, dan perairannya tidak akan pernah diizinkan menjadi basis serangan terhadap negara tetangga mana pun.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author