Kurir Antar Paket Kulkas ke Rumah Tersangka Penganiayaan di Nagreg

Share

Seorang kurir kargo bernama Viki Ramdani mendatangi Kampung Tegallame, Desa Ciaro, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, pada Rabu (24/6/2026) sekitar pukul 14.30 WIB untuk mengantarkan paket kulkas atas nama Taufik Hidayat, tersangka kasus penganiayaan dan penyekapan.

Kedatangan pengantar barang dengan sistem bayar di tempat (COD) senilai Rp1,6 juta tersebut sempat membuat warga setempat terkejut, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Warga mengira kurir tersebut merupakan polisi yang sedang menyamar.

"Saya ngirim ke sana itu sekitar jam 14.30 WIB. Saya awalnya mikir mungkin namanya ada yang sama di daerah situ, jadi nggak mikir ke si Tersangka Taufik. Tapi pas lihat alamatnya, tapi sama seperti yang ada di KTP yang beredar," ujar Viki Ramdani, kurir JNT Cargo.

Sebelum menuju lokasi, Viki sempat berdiskusi dengan rekan seprofesinya untuk memastikan kebenaran alamat penerima paket berukuran besar tersebut guna menghindari kekeliruan orang.

"Saat mau mengantarkan paket ke lokasi, saya nanya ke Ogi. Karena kan wilayah pengirimannya sama kaya saya, siapa tahu dia pernah ngirim ke sana. Saya nanya biar mastiin lagi, takutnya ada Taufik lain selain pelaku. Dia bilang tidak tahu," kata Viki.

Langkah konfirmasi kemudian dilanjutkan Viki dengan berjalan kaki memasuki area gang di belakang jalan raya setelah memarkirkan mobil kargonya untuk bertanya langsung kepada warga sekitar mengenai keberadaan nama tersebut.

"Saya nanya ke warga, mudah-mudahan ada Taufik yang saya pikirkan dari tadi (tersangka). Saya turun dari mobil, nanya ke warga soalnya barangnya besar," jelas Viki.

Pertanyaan dari kurir tersebut langsung memicu reaksi kaget dari warga yang berada di sekitar lokasi kampung karena sangkaan awal mereka terhadap identitas petugas pengirim barang.

"Pas saya nyari Taufik Hidayat, warga kaget, sangka saya intel berkedok tukang paket. Dia ngomong lagi, kan sudah ketangkep Taufiknya kemarin-kemarin. Saya ngejawab, bukan untuk nangkap, saya cuma mau ngirim paket. Di situ warga jawab nama Taufik cuma satu," ucap Viki.

Berdasarkan keterangan dari warga setempat, kediaman milik tersangka Taufik sudah dalam kondisi kosong tanpa penghuni semenjak kasus kriminal yang menjeratnya mencuat ke publik.

"Terus katanya rumahnya juga kosong setelah kejadian itu. Setelah itu, karena paketnya COD senilai Rp 1,6 juta. Saya balik lagi aja ke mobil," jelas Viki.

Proses pengiriman akhirnya dibatalkan karena tidak ada nomor telepon penerima yang valid di aplikasi pengiriman serta rumah tujuan yang tidak lagi berpenghuni.

"Saya nggak ke atas. Saya cuma ngefotoin lingkungan untuk retur barang. Terus di paketnya di aplikasinya juga, tidak ada nomor tertera, berbeda dengan paket lain. Jadi tidak ada nomor penerima yang bisa dihubungi," tambah Viki.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author